Logo Sulselsatu

Kalla Toyota Tutup Semester I 2026 dengan Pertumbuhan Penjualan 13 Persen

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 30 Juni 2026 19:05

GM Marketing Kalla Toyota Suliadin. Foto: Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com.
GM Marketing Kalla Toyota Suliadin. Foto: Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com.

SULSELSATU.com, MAKASSARKalla Toyota mencatatkan pertumbuhan penjualan positif sepanjang Juni 2026. Hingga 30 Juni 2026, jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) mencapai 1.852 unit atau naik sekitar 13 persen dibandingkan Mei 2026 yang berada di angka 1.725 unit.

General Manager Marketing Kalla Toyota Suliadin mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap produk Toyota masih sangat kuat meski kondisi ekonomi menghadapi berbagai tantangan.

“Alhamdulillah penjualan naik. Dari 1.725 unit pada Mei menjadi 1.852 unit hingga 30 Juni 2026. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Toyota masih sangat baik,” ujarnya.

Baca Juga : PT Bumi Karsa Tingkatkan Kompetensi BIM untuk Dorong Transformasi Digital Konstruksi

Menurut Suliadin, salah satu faktor yang mendorong peningkatan penjualan adalah program Hybrid Jelajah Sulawesi yang memperkenalkan lebih dekat teknologi kendaraan ramah lingkungan kepada masyarakat.

Program tersebut dinilai mampu meningkatkan awareness sekaligus mendorong minat konsumen terhadap kendaraan hybrid Toyota.

“Hybrid Jelajah Sulawesi memberikan dampak positif terhadap penjualan. Antusiasme masyarakat terhadap kendaraan hybrid semakin tinggi,” katanya.

Baca Juga : Kalla Institute Dampingi UMKM MASSIPA’ Tingkatkan Bisnis Lewat Pemasaran Digital

Dari sisi pangsa pasar, Kalla Toyota juga mencatat tren peningkatan. Jika pada Mei 2026 market share Toyota berada di angka 37 persen, Suliadin menilai pada Juni diperkirakan dapat mencapai angka 40 persen.

“Market share Mei sekitar 37 persen. Untuk Juni perhitungannya bisa di atas 40 persen,” ungkap Suliadin.

Meski begitu, Kalla Toyota memperkirakan tantangan pasar otomotif akan semakin besar pada Juli 2026. Kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta meningkatnya suku bunga menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Baca Juga : Kalla Rescue Siaga SAR Merah Putih di Gunung Bawakaraeng, Kawal 3.786 Pendaki

Namun demikian, Suliadin menilai sejumlah model unggulan Toyota, termasuk Veloz, masih memiliki daya tarik kuat di pasar.

“Kami melihat Juli akan penuh tantangan karena kurs naik dan bunga naik. Namun beberapa produk seperti Veloz relatif tidak terlalu terpengaruh,” ujarnya.

Mulai 1 Juli 2026, Toyota juga melakukan penyesuaian harga pada seluruh lini produk. Kenaikan harga dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain biaya produksi, logistik, serta penambahan fitur dan aksesoris pada kendaraan.

Baca Juga : Tukar Tambah di Toyota Merdeka Bisa Dapat Hadiah Puluhan Juta

“Penyesuaian harga berkisar antara Rp2 juta hingga Rp4 juta tergantung tipe kendaraan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga tersebut, Kalla Toyota menghadirkan program Juli Super Sale yang menawarkan berbagai kemudahan pembelian bagi konsumen.

Selain itu, program Smart Upgrade juga kembali dihadirkan untuk memberikan solusi kepemilikan kendaraan yang lebih ringan. Smart Upgrade menawarkan DP bisa dibayar dua kali, potongan angsuran 5 kali, dan garansi selama 1 tahun.

Baca Juga : 180 Kepala Sekolah Makassar Ikuti Workshop Transformasi Sekolah di Athirah

Melalui program ini, pelanggan dapat melakukan tukar tambah kendaraan dengan skema cicilan yang kompetitif, proses yang lebih mudah, serta jaminan nilai jual kembali yang tetap terjaga.

Menurut Suliadin, meskipun harga kendaraan mengalami penyesuaian, minat masyarakat terhadap Toyota, khususnya kendaraan hybrid, tetap menunjukkan tren positif.

“Konsumen memilih Toyota bukan hanya karena produknya, tetapi juga karena faktor garansi, harga jual kembali yang baik, serta kemudahan layanan purna jual dan servis yang tersedia hingga ke berbagai daerah,” katanya.

Dari sisi model kendaraan, Toyota Calya menjadi kontributor penjualan terbesar pada Juni 2026. Namun posisi tersebut secara bergantian bersaing dengan Toyota Rush yang juga mencatat permintaan tinggi.

“Calya masih menjadi yang tertinggi, meskipun bergantian dengan Rush,” ujar Suliadin.

Kalla Toyota optimistis tren penjualan akan tetap terjaga pada semester kedua 2026 melalui dukungan jaringan layanan yang luas, program penjualan yang kompetitif, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan Toyota.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News23 Agustus 2026 20:39
PT Vale dan Pemkab Kolaka Perbaiki 6 Rumah, Beri Hunian Layak dan Akses Kesehatan Warga
PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Kodim 1412/Kolaka memperbaiki enam rumah warga di Kecamatan Baula....
News23 Agustus 2026 17:33
PT Bumi Karsa Tingkatkan Kompetensi BIM untuk Dorong Transformasi Digital Konstruksi
PT Bumi Karsa memperkuat transformasi digital di sektor konstruksi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia....
Nasional23 Agustus 2026 15:51
Bantu Korban Gempa NTT, BRI Siapkan 3 Posko dan Dapur Umum
BRI memperkuat penanganan pascabencana gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun tiga posko logistik dan satu ...
Ekonomi23 Agustus 2026 15:36
Investor Pasar Modal di Sulsel Capai 766.125 SID, Tumbuh 79,28 Persen
Minat masyarakat Sulawesi Selatan terhadap investasi di pasar modal menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah Single Investor Iden...