SULSELSATU.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan.
Hingga April 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 693.135 investor, atau tumbuh 67,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat untuk berinvestasi sekaligus meningkatnya literasi keuangan di daerah.
Baca Juga : OJK dan Kemenkes Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan, Dorong Biaya Layanan Lebih Efisien
“Pertumbuhan investor ini mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal serta meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Kondisi ini juga menunjukkan semakin kuatnya inklusi keuangan melalui pemanfaatan berbagai instrumen investasi yang tersedia,” ujar Muchlasin.
Berdasarkan data OJK, pertumbuhan investor tertinggi terjadi pada instrumen reksa dana yang mencapai 664.257 SID atau naik 68,49 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, jumlah investor saham tercatat mencapai 204.519 SID, meningkat 46,88 persen dibandingkan April 2025.
Baca Juga : Tujun Dekade Asuransi Astra, Gandeng OJK Ulas Perlindungan Konsumen
Adapun investor Surat Berharga Negara (SBN) juga terus bertambah menjadi 22.977 SID, atau tumbuh 25,22 persen secara tahunan.
Jika dibandingkan akhir 2025, jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan juga mengalami peningkatan signifikan. Total SID naik dari 525.596 pada Desember 2025 menjadi 693.135 pada April 2026.
Menurut Muchlasin, tren positif tersebut memperlihatkan masyarakat mulai memanfaatkan berbagai instrumen investasi sesuai kebutuhan dan profil risikonya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar