SULSELSATU.com, MAKASSAR – Yasir Machmud resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Pengusaha Tani Indonesia Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) masa bakti 2026–2031.
Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Auditorium Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Rakernas kali ini mengusung tema “Membangun Kemandirian Pangan Nasional melalui Penguatan Kelembagaan dan Kewirausahaan Petani Modern” dengan slogan “Pengusaha Tani Kuat, Petani Sejahtera”.
Baca Juga : Disertasi Setebal 392 Halaman Antar Yasir Machmud Raih Gelar Doktor di Unhas
Tema tersebut menjadi arah kebijakan organisasi dalam memperkuat kapasitas petani sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha pertanian yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Yasir Machmud menegaskan komitmen organisasi untuk mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat tercapainya swasembada dan kemandirian pangan nasional.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan petani.
Baca Juga : Yasir Machmud Ikut Pantau Malam Takbiran Idulfitri, Tegaskan Keamanan Warga Jadi Prioritas
“Ketahanan pangan merupakan fondasi kedaulatan bangsa. Karena itu, Pengusaha Tani Indonesia HKTI harus hadir sebagai organisasi yang mampu memperkuat kapasitas petani, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru di sektor pertanian. Ketika petani kuat, maka pangan kita akan mandiri dan kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat,” ujar Yasir.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi pertanian yang besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, transformasi sektor pertanian harus dilakukan melalui penerapan teknologi, peningkatan kompetensi petani, serta penguatan organisasi yang mampu mendukung daya saing produk pertanian di pasar nasional maupun internasional.
Baca Juga : HUT Gerindra ke-18, Yasir Machmud Tebar Kepedulian Sosial
Yasir juga menginginkan Pengusaha Tani Indonesia HKTI menjadi wadah yang mempertemukan petani, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan Pengusaha Tani Indonesia HKTI sebagai rumah besar bagi petani dan pelaku usaha pertanian untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bersama-sama membangun pertanian Indonesia yang maju. Amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 harus menjadi pijakan dalam membangun ekonomi nasional yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat,” katanya.
Selain pelantikan pengurus, Rakernas juga menghasilkan sejumlah agenda strategis organisasi.
Baca Juga : Akademisi dan BGN Apresiasi Langkah Yasika Aulia Perkuat Jaringan SPPG di Sulsel
Program yang disusun mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan kewirausahaan petani, hilirisasi komoditas pertanian, pemanfaatan teknologi dalam budidaya dan pemasaran, hingga peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia.
Yasir berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi penggerak perubahan di sektor pertanian.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi petani agar cita-cita mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan serta memiliki ekonomi pertanian yang kuat dapat direalisasikan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar