Logo Sulselsatu

Perbankan Syariah Sulsel Tumbuh 30,80 Persen, Aset Capai Rp23,89 Triliun

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 12 Agustus 2026 08:31

Otoritas Jasa Keuangan (dokumen: internet)
Otoritas Jasa Keuangan (dokumen: internet)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mencatat pertumbuhan kinerja perbankan syariah di Sulsel yang lebih tinggi dibandingkan perbankan secara keseluruhan hingga Juni 2026.

Pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan aset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran pembiayaan.

Posisi Juni 2026, aset perbankan syariah tumbuh 30,80 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp23,89 triliun.

Baca Juga : Berlaku 1 Oktober, OJK Atur Pelaporan Insidental di Pasar Modal dan Bursa Karbon

Penghimpunan DPK juga meningkat 30,62 persen menjadi Rp16,18 triliun, sedangkan pembiayaan tumbuh 24,28 persen menjadi Rp19,35 triliun.

Pada periode yang sama, total aset perbankan tumbuh 5,99 persen menjadi Rp214,32 triliun, DPK meningkat 5,71 persen menjadi Rp149,77 triliun, dan kredit tumbuh 5,27 persen menjadi Rp176,30 triliun.

Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin mengatakan, linerja tersebut turut mendorong peningkatan pangsa pasar aset perbankan syariah menjadi 10,87 persen.

Baca Juga : OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar

“Pertumbuhan kinerja perbankan syariah tersebut jauh berada di atas kinerja industri perbankan secara keseluruhan di Sulawesi Selatan,” ujar Muchlasin.

Dari sisi intermediasi, perbankan syariah mencatat tingkat intermediasi sebesar 119,64 persen. Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) berada pada level 2,27 persen.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan perbankan syariah tidak hanya berkembang dari sisi penghimpunan dana masyarakat, tetapi juga meningkatkan perannya dalam menyalurkan pembiayaan untuk kebutuhan ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

Baca Juga : OJK dan Pemkab Pasangkayu Gelar Literasi Keuangan untuk Pelajar hingga UMKM

Sementara itu, total DPK perbankan Sulawesi Selatan yang mencapai Rp149,77 triliun masih didominasi oleh tabungan dengan porsi 61,45 persen. Selanjutnya, deposito memiliki porsi 22,68 persen dan giro 15,87 persen.

Sebagai pembanding, fungsi intermediasi perbankan secara keseluruhan di Sulawesi Selatan tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 117,71 persen. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada pada level 3,70 persen.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News29 September 2026 19:02
PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Kijang
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) mendukung penyesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang....
Bisnis29 September 2026 17:44
Bukit Baruga Pertahankan Ruang Terbuka Hijau untuk Kenyamanan Penghuni
Bukit Baruga mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai bagian dari lingkungan kawasan hunian untuk mendukung aktivitas dan kualitas hidup pengh...
Makassar29 September 2026 15:34
Sampah Jadi Pakan, Pemkot Makassar dan Unhas Bangun Ekosistem Maggot-Ayam Alope
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, membuka ruang kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pengembangan pengolaha...
News29 September 2026 15:24
Asmo Sulsel Gaungkan Safety Riding di Makassar Bikers Day Fest 2026
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengajak komunitas sepeda motor menjadi teladan dalam menerapkan keselamatan berkendara melalui edukasi saf...