SULSELSATU.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mencatat pertumbuhan kinerja perbankan syariah di Sulsel yang lebih tinggi dibandingkan perbankan secara keseluruhan hingga Juni 2026.
Pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan aset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran pembiayaan.
Posisi Juni 2026, aset perbankan syariah tumbuh 30,80 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp23,89 triliun.
Baca Juga : OJK Prioritaskan Integritas Pasar Modal, Luncurkan ETF Emas
Penghimpunan DPK juga meningkat 30,62 persen menjadi Rp16,18 triliun, sedangkan pembiayaan tumbuh 24,28 persen menjadi Rp19,35 triliun.
Pada periode yang sama, total aset perbankan tumbuh 5,99 persen menjadi Rp214,32 triliun, DPK meningkat 5,71 persen menjadi Rp149,77 triliun, dan kredit tumbuh 5,27 persen menjadi Rp176,30 triliun.
Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin mengatakan, linerja tersebut turut mendorong peningkatan pangsa pasar aset perbankan syariah menjadi 10,87 persen.
Baca Juga : Kepercayaan Masyarakat Meningkat, DPK Perbankan Tumbuh 5,71 Persen Jadi Rp149,77 Triliun
“Pertumbuhan kinerja perbankan syariah tersebut jauh berada di atas kinerja industri perbankan secara keseluruhan di Sulawesi Selatan,” ujar Muchlasin.
Dari sisi intermediasi, perbankan syariah mencatat tingkat intermediasi sebesar 119,64 persen. Sementara itu, rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) berada pada level 2,27 persen.
Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan perbankan syariah tidak hanya berkembang dari sisi penghimpunan dana masyarakat, tetapi juga meningkatkan perannya dalam menyalurkan pembiayaan untuk kebutuhan ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
Baca Juga : OJK Dorong Digitalisasi Keuangan untuk Perkuat UMKM di Indonesia Timur
Sementara itu, total DPK perbankan Sulawesi Selatan yang mencapai Rp149,77 triliun masih didominasi oleh tabungan dengan porsi 61,45 persen. Selanjutnya, deposito memiliki porsi 22,68 persen dan giro 15,87 persen.
Sebagai pembanding, fungsi intermediasi perbankan secara keseluruhan di Sulawesi Selatan tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 117,71 persen. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada pada level 3,70 persen.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar