Logo Sulselsatu

Tak Ingin Gagal Panen, Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur Turunkan Damkar Bantu Lahan Petani Kalpataru

Redaksi
Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 12:33

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, LUWU TIMUR — Ancaman kekeringan mulai dirasakan petani di Desa Kalpataru, Luwu Timur. Terbatasnya pasokan air membuat sejumlah lahan pertanian warga membutuhkan penanganan segera agar tanaman tetap bertahan di tengah musim kemarau.

Kondisi tersebut mendapat respons cepat dari Anggota DPRD Luwu Timur, Dwi Herianto. Ia turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lahan sekaligus mencari langkah penanganan yang bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Dwi mengunjungi wilayah pertanian warga sekitar pukul 13.30 Wita, Rabu (12/8/2026), bersama Dinas Pertanian Luwu Timur. Turut mendampingi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), kelompok tani, kepala dusun, serta para petani.

Dari hasil peninjauan, kebutuhan air menjadi persoalan yang paling mendesak. Petani khawatir kekurangan pasokan air akan mengganggu pertumbuhan tanaman dan pada akhirnya menurunkan hasil produksi.

“Kami turun langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat dan melihat kondisi lahan yang terdampak kekeringan,” kata Dwi.

Tak ingin persoalan tersebut berlarut, Dwi langsung berkoordinasi untuk mendatangkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) guna membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian yang terdampak.

Armada Damkar kemudian diarahkan melakukan pengairan sebagai langkah tanggap sementara untuk menjaga tanaman warga dari dampak kemarau.

“Kita lakukan langkah awal dengan mendatangkan Damkar untuk membantu mengairi lahan masyarakat yang terdampak kemarau,” jelasnya.

Menurut Dwi, langkah tersebut merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan mendesak yang disampaikan petani. Bantuan pengairan sementara diharapkan dapat mengurangi risiko tanaman mengalami kerusakan akibat kekurangan air.

“Kita harus mencari langkah yang bisa langsung membantu masyarakat. Jangan sampai kekeringan ini berdampak pada gagal panen,” ujarnya.

Dwi menilai persoalan air bagi lahan pertanian tidak cukup ditangani hanya melalui distribusi air sementara. Jika kondisi kemarau berlangsung panjang, diperlukan langkah yang lebih permanen agar petani memiliki kepastian pasokan air.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama Dinas Pertanian, PPL, kelompok tani, dan pihak terkait untuk memetakan kebutuhan serta menyiapkan solusi jangka panjang sesuai kondisi wilayah.

Program pemerintah yang berkaitan dengan pengairan dan dukungan terhadap sektor pertanian juga diharapkan dapat diarahkan pada wilayah yang menghadapi persoalan kekeringan.

Bagi petani Kalpataru, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk mempertahankan produktivitas lahan. Kekurangan pasokan dalam waktu panjang tidak hanya berpotensi mengurangi hasil panen, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian bagi petani.

Dwi berharap penanganan yang dilakukan saat ini dapat membantu tanaman warga melewati masa kritis. Di saat yang sama, koordinasi lintas pihak terus dilakukan agar persoalan kekeringan tidak berulang tanpa solusi.

“Yang kita lakukan hari ini adalah respons awal. Selanjutnya harus ada langkah yang lebih terencana agar petani tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi31 Oktober 2026 21:20
OJK Kolaborasi DPR RI Edukasi Keuangan Masyarakat Maros
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Anggota Komisi XI DPR RI Andi Yuliani Paris mengedukasi masyarakat Kabupaten ...
News31 Oktober 2026 19:10
Dilanda El Nino, Mesin Air Konversi LPG Hijaukan Sawah Petani
Sakir Daeng Sewang (62) baru saja pulang dari Agen Liquefied Petroleum Gas (LPG) di kampung tetangga, Rabu 28 Oktober 2026, pagi. Di dek motor tuanya,...
News31 Oktober 2026 13:41
Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa
PT Vale Indonesia Tbk membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa melalui sosiali...
News31 Oktober 2026 12:58
Pelindo dan Pemprov Sulsel Perkuat Kerja Sama Maritim
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membahas penguatan kerja sama untuk meningkatkan laya...