SULSELSATU.com, LABUAN BAJO – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi dan digital pascagempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
Gempa tersebut mengganggu sejumlah infrastruktur TelkomGroup. Dampaknya terasa pada layanan seluler, fixed broadband, dan layanan digital di sejumlah wilayah.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan sebagian besar layanan telah kembali pulih. Perbaikan dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel.
Baca Juga : Gempa Flores Ganggu Layanan TelkomGroup, Tim Teknis Dikerahkan Percepat Pemulihan
“Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50 persen BTS Telkomsel terganggu, tapi saat ini sejalan dengan upaya percepatan perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih,” ujar Dian dalam agenda Rakor Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026).
Hingga Minggu (16/8/2026), 85 persen atau 625 dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi. Perbaikan masih dilakukan pada sejumlah wilayah terdampak, seperti Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada.
Sekitar 400 BTS dan 2.600 pelanggan IndiHome yang terdampak pada awal gempa juga telah dipulihkan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Baca Juga : Telkom Kenalkan OCA di DTI-CX 2026, Solusi AI untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan
Untuk layanan IndiHome, sebanyak 16.788 atau 98,3 persen dari 17.062 pelanggan telah kembali terlayani. Pemulihan pelanggan lainnya dilakukan secara bertahap.
Jaringan backbone TelkomGroup masih berfungsi. Jalur cadangan membantu menjaga layanan tetap berjalan. Namun, sejumlah kabel serat optik di darat dan laut mengalami putus. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan kapasitas layanan di beberapa titik.
TelkomGroup mengerahkan 300 tim teknis ke wilayah terdampak. Tim melakukan asesmen, pemulihan jaringan, dan penanganan infrastruktur pendukung.
Baca Juga : Telkom dan Pemerintah Siapkan Indonesia Hadapi Ancaman Komputasi Kuantum
Perusahaan juga mengoptimalkan genset bergerak dan genset tetap. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga layanan selama pasokan listrik belum sepenuhnya normal.
Pemulihan layanan dilakukan bersama Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, BUMN, BNPB, BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, mitra, dan relawan.
Sebagai dukungan bagi masyarakat terdampak, Telkomsel menyediakan Paket Darurat 3 GB, 1.000 SMS, dan 300 menit telepon seharga Rp1. Paket tersebut memiliki masa berlaku tujuh hari dan dapat diaktifkan melalui 88820#.
Baca Juga : Transformasi TelkomGroup Kini Tunjukkan Hasil, InfraNexia Bukukan Pendapatan Rp7,7 Triliun
Dian mengatakan konektivitas menjadi kebutuhan penting dalam situasi bencana. Layanan komunikasi dibutuhkan masyarakat untuk menghubungi keluarga dan memperoleh informasi.
“Kami memahami bahwa di tengah situasi bencana seperti ini, konektivitas menjadi kebutuhan yang semakin vital bagi masyarakat, baik untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun untuk memperoleh informasi dan dukungan yang dibutuhkan,” tutup Dian.
TelkomGroup menyampaikan empati kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT. Informasi terkait perkembangan layanan dan penanganan bencana dapat diperoleh melalui kanal resmi TelkomGroup.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar