SULSSATU.com, ENDE – Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit dari Kota Makassar terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Tantangan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan, tetapi juga akses menuju sejumlah wilayah yang berada di kawasan pegunungan.
Salah seorang personel tim, Ns. Khairuddin Nursiati, mengatakan sejumlah lokasi pelayanan memiliki medan yang cukup sulit dijangkau.
“Salah satu daerah berada di pegunungan. Akses ke sana harus menggunakan kendaraan dengan ground clearancetinggi,” ujar Khairuddin saat dikonfirmasi Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, kondisi bencana juga berdampak terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan setempat. Bahkan, terdapat satu puskesmas yang seluruh sumber daya manusianya turut terdampak gempa.
“Sebelumnya ada satu puskesmas yang seluruh SDM-nya juga terdampak gempa, sehingga mereka sebagai pelayan kesehatan sekaligus menjadi korban,” katanya.
Khairuddin menjelaskan kondisi tersebut memengaruhi pola pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Puskesmas yang sebelumnya memberikan pelayanan selama 24 jam kini difungsikan sebagai posko pelayanan kesehatan.
“Puskesmas yang sebelumnya terbuka 24 jam, sekarang menjadi posko pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, Tim EMT Komposit memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Salah satunya di Desa Wolokota dan Desa Kekasewa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, pada 31 Agustus 2026.
Pelayanan dilaksanakan melalui fasilitas kesehatan Puskesmas Ngalupolo. Tim memberikan pemeriksaan kesehatan umum dan pengobatan rawat jalan bagi warga terdampak.
Selain pemeriksaan umum, tim melakukan skrining kesehatan dasar dan pemantauan tanda-tanda vital, seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan denyut nadi.
Tim juga memberikan pelayanan kefarmasian berupa penyerahan obat sesuai resep, disertai edukasi mengenai penggunaan obat.
Kegiatan tersebut turut diisi dengan konseling dan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan penyakit menular, serta koordinasi bersama perangkat desa, kader, dan tenaga kesehatan desa.
Dalam pelayanan yang dilaksanakan di dua desa tersebut, sebanyak 138 warga tercatat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Tim Makassar Ditugaskan Selama 14 Hari
Berdasarkan Surat Tugas Dinas Kesehatan Kota Makassar Nomor 400.7.5.6/1009/DINKES/VIII/2026, Pemerintah Kota Makassar menugaskan tenaga kesehatan untuk mengikuti Mobilisasi Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Indonesia ke Kabupaten Ende.
Penugasan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Kepala Pusat Krisis Kesehatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
Tim ditugaskan selama 14 hari, mulai 24 Agustus hingga 6 September 2026.
Sejumlah tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas di Kota Makassar diterjunkan dalam misi kemanusiaan tersebut. Mereka berasal dari latar belakang profesi yang berbeda, termasuk dokter, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya.
Kehadiran Tim EMT Komposit diharapkan dapat membantu memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di tengah keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan akibat dampak bencana.
Misi tersebut juga menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar dalam mobilisasi tenaga kesehatan untuk membantu penanganan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Ende.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar