SULSELSATU.com, MAKASSAR – PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mendukung penyediaan 12 sumur bor dan 17 tandon air bagi warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari Program Desa Siaga Bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran.
Dukungan melalui program “Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa” tersebut menjangkau masyarakat di 51 RT.
Baca Juga : BPN Sultra Terbitkan SK Hak 47 Persil GITET 275 kV Kendari
Keberadaan sarana air bersih membantu warga yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses, terutama saat musim kemarau.
Di RW 02, RW 03, dan RW 04, sumur bor dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.
Sementara di kawasan pesisir RW 05, tandon air digunakan untuk menjaga ketersediaan air melalui suplai berkala yang dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
Baca Juga : PLN Mulai Penarikan Konduktor SUTT 150 kV Bungku-Pelanggan PT ACN
Ketua Satgas Kaltana Kaluku Bodoa Hanna mengatakan, keberadaan sarana air bersih tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi musim kemarau.
“Adanya sumur bor sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi. Kemudian di daerah pesisir RW 05, sudah ada penampungan air atau tandon yang mendapat bantuan suplai air dari BPBD. Setelah sebelumnya dilakukan bedah sumur, sekarang suplai air juga sudah lancar sehingga kekeringan tidak terlalu terasa,” ujar Hanna.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi Henry Donald Silaen mengatakan, penyediaan sarana air bersih merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko kekeringan.
Baca Juga : PLN dan Lima Kantor Pertanahan BPN Tinjau Tapak SUTET 275 kV Palopo-Bakaru
“Melalui Program Desa Siaga Bencana, kami berupaya menghadirkan dukungan yang dapat dirasakan dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Keberadaan sumur bor dan tandon air ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat saat menghadapi musim kemarau,” ujar Donald.
Selain penyediaan sarana air bersih, PLN UIP Sulawesi bersama para pemangku kepentingan turut mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Pelatihan yang diberikan mencakup mitigasi kekeringan dan kebakaran, pembentukan kader perempuan siaga bencana, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta evakuasi mandiri.
Baca Juga : PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai keselamatan kelistrikan rumah tangga dan pencegahan kebakaran. Upaya tersebut melengkapi dukungan sarana air bersih dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat di tingkat kelurahan.
Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN UIP Sulawesi terus mendukung penguatan Kaltana Kaluku Bodoa agar masyarakat semakin siap mencegah dan merespons risiko bencana.
Dukungan 12 sumur bor dan 17 tandon yang menjangkau 51 RT, disertai peningkatan kapasitas masyarakat, diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus memperkuat ketangguhan warga menghadapi kekeringan dan kondisi darurat lainnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar