Logo Sulselsatu

KALLA Raih Platinum InTechSEA 2026 Berkat Konservasi Mangrove

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 21 Oktober 2026 18:56

KALLA Raih Platinum InTechSEA 2026 Berkat Konservasi Mangrove. Foto: Istimewa.
KALLA Raih Platinum InTechSEA 2026 Berkat Konservasi Mangrove. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – KALLA meraih penghargaan Platinum pada ajang Innovation Technology for Social & Environmental Awards (InTechSEA) 2026 untuk kategori Keanekaragaman Hayati berkat program Aksi Mangrove Lestari di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Penghargaan dari Universitas Hasanuddin tersebut diumumkan dalam acara InTechSEA Awards 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026).

Apresiasi ini diberikan atas program yang dinilai berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga : Bukit Baruga Gelar Poundfit dan Podcast Bahas Gaya Hidup Sehat

Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA Nadya Tyagita mengatakan, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir melalui konservasi keanekaragaman hayati.

Menurutnya, Aksi Mangrove Lestari tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim serta membuka peluang manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

“Aksi Mangrove Lestari tidak hanya diarahkan untuk memulihkan keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Baca Juga : HUT ke-74, KALLA Perkuat Kontribusi untuk Masyarakat

Program Aksi Mangrove Lestari berlokasi di Kelurahan Tekolabbua, Kabupaten Pangkep. Program ini menargetkan area penanaman seluas 24 hektare dengan bentang kawasan mencapai 6,5 kilometer.

Hingga saat ini, realisasi penanaman mangrove telah mencapai 13,5 hektare. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah KALLA dalam mendukung pemulihan ekosistem pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam di kawasan tersebut.

Pelaksanaan Aksi Mangrove Lestari mengacu pada tiga pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Baca Juga : KALLA Rilis Laporan Keberlanjutan Perdana di Usia 74 Tahun

Pada aspek lingkungan, program ini diarahkan untuk memulihkan ekosistem pesisir dan meningkatkan populasi biota laut, termasuk kepiting bakau. Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan setempat.

Sementara itu, pada aspek sosial, KALLA memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat hingga terbentuk Kelompok Tani Nelayan Sejahtera Kabupaten Pangkep.

Kelompok ini menjadi salah satu penggerak dalam pengelolaan dan pemanfaatan kawasan mangrove secara berkelanjutan.

Baca Juga : ABEE Volume 5 Athirah Bukit Baruga Pamerkan 99 Karya Siswa

Dari sisi ekonomi, program tersebut membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi pesisir.

Sejumlah kegiatan yang dikembangkan meliputi penjualan bibit mangrove, budidaya kepiting bakau dan tiram, serta pengembangan ekowisata mangrove.

Pengembangan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat dan kelurahan, sekaligus memperkuat keterlibatan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Baca Juga : HUT ke-74 KALLA, Bugis Waterpark Tebar Promo Tiket Hemat

Penghargaan Platinum InTechSEA 2026 menambah daftar apresiasi yang diterima KALLA atas pelaksanaan program konservasi lingkungan.

Sebelumnya, Aksi Mangrove Lestari juga mengantarkan KALLA meraih predikat Gold dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 untuk kategori Biodiversity Conservation.

Pada 2025, KALLA turut meraih penghargaan Top CSR Awards 2025 dengan predikat #Star 4. Berbagai pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Melalui Aksi Mangrove Lestari, KALLA berupaya mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Program ini diharapkan terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove di Kabupaten Pangkep.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan21 Oktober 2026 23:52
Prodi Hukum Bisnis UNM Bahas Peran Strategis Kurator Pailit Lewat Kuliah Umum
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program Studi (Prodi) Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kuliah umum yang membahas peran strate...
Makassar21 Oktober 2026 21:47
Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini, Tim PKM UMI Edukasi Siswa SD Inpres Tamalanrea 2 Lewat Mewarnai
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengedukasi 30 siswa SD Inpres Tamalanrea 2, Ma...
News21 Oktober 2026 19:23
Bikers dari Tiga Pulau Indonesia Berkumpul di Honda Bikers Day 2026
Ribuan bikers Honda dari berbagai komunitas dan daerah berkumpul dalam rangkaian Honda Bikers Day (HBD) 2026 di tiga pulau besar Indonesia, yakni Suma...
Makassar21 Oktober 2026 19:14
Plt Dirut PDAM Makassar Hadiri ADB Press Tour di IPALD Losari
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menghadiri kegiatan ADB Press Tour di Instalasi Pengola...