Logo Sulselsatu

LPER Bergerak Sejahterakan Peternak, Sinergi Pemerintah dan Koperasi untuk Memperkuat Ekonomi Peternakan Rakyat

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Senin, 19 Oktober 2026 21:00

istimewa
istimewa

OLEH: Drh. Subaedy Yusuf, MP
(Ketua Koperasi Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Wilayah Sulawesi Selatan

Apresiasi adalah sikap, konsolidasi adalah kerja. Peternakan rakyat merupakan bagian penting dari sistem pangan nasional. Setiap hari, peternak bekerja untuk menyediakan telur dan daging ayam bagi masyarakat. Namun, keberlanjutan usaha mereka tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi pangan. Akses terhadap sarana produksi, biaya pakan, kesehatan ternak, kepastian pasar, dan posisi tawar dalam rantai pasok turut menentukan apakah usaha peternakan dapat bertahan dan berkembang.

Dalam situasi tersebut, hubungan antara pemerintah, koperasi, dan peternak perlu dibangun di atas semangat kerja sama yang konstruktif. Pemerintah memiliki peran dalam merumuskan kebijakan dan menyediakan dukungan publik. Koperasi berperan mengonsolidasikan kebutuhan serta kekuatan ekonomi anggotanya. Sementara itu, peternak merupakan pelaku utama yang menjalankan produksi dan menjaga keberlanjutan usaha.

Atas dasar itulah, kami di Pengurus Koperasi LPER Wilayah Sulawesi Selatan mendukung langkah Pengurus Pusat Koperasi LPER yang menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog dan Pemerintah Daerah atas berbagai program yang manfaatnya telah dirasakan oleh peternak rakyat.

Kami secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Perum Bulog di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani. Upaya memperluas akses peternak terhadap sarana produksi, termasuk jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), merupakan bagian penting dari ikhtiar menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Bagi kami, mengucapkan terima kasih atas manfaat yang telah dirasakan bukan sekadar formalitas organisasi. Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap upaya yang telah dilakukan, sekaligus fondasi untuk membangun kemitraan yang lebih kuat antara pemerintah, koperasi, dan peternak.

Apresiasi tidak berarti bahwa semua persoalan telah selesai. Sebaliknya, ketika suatu program telah memberikan manfaat, program tersebut layak diperkuat, diperluas secara tepat sasaran, dan dievaluasi agar hasilnya semakin baik.

Mendukung pemerintah dan menyampaikan evaluasi bukanlah dua sikap yang bertentangan. Keduanya merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memperbaiki peternakan rakyat.

*Harga pangan dan kesejahteraan peternak harus berjalan bersama*
Dalam membaca persoalan perunggasan, kita perlu menghindari kesimpulan yang terlalu sederhana. Kenaikan harga telur atau daging ayam di pasar tidak otomatis berarti peternak memperoleh keuntungan lebih besar. Sebaliknya, harga konsumen yang turun juga tidak selalu menjelaskan secara utuh apa yang terjadi pada usaha di tingkat kandang.

Harga konsumen, harga jual peternak, biaya produksi, dan margin distribusi merupakan hal yang berbeda, meskipun saling berhubungan. Peternak dapat menghadapi tekanan usaha ketika biaya input meningkat, produktivitas tidak optimal, atau hasil produksinya tidak terserap pada harga yang memadai.

Karena itu, upaya menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelayakan usaha produsen. Ketahanan pangan tidak cukup diukur dari ketersediaan telur dan daging ayam di pasar. Sistem yang menghasilkan pangan tersebut juga harus mampu mempertahankan keberadaan peternak sebagai pelaku ekonomi.

Dalam konteks ini, program pemerintah perlu dilihat sebagai instrumen untuk membantu memperbaiki kondisi usaha. Keberhasilannya tidak hanya dinilai dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari ketepatan penerima, manfaat yang diterima, dan perubahan kondisi ekonomi peternak.

Kami mendukung upaya pemerintah yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Pada saat yang sama, kami mendorong agar komunikasi, pendataan, dan evaluasi pelaksanaan program terus diperkuat. Dengan demikian, manfaat kebijakan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

*Koperasi LPER bergerak melalui konsolidasi peternak*
Bagi Koperasi LPER Wilayah Sulawesi Selatan, dukungan terhadap program pemerintah perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata. Koperasi tidak cukup hanya menyampaikan aspirasi atau menunggu bantuan. Koperasi harus mampu mengorganisasi kebutuhan anggota, memperkuat skala ekonomi, membangun kemitraan, dan membuka akses pasar.

Dalam subsektor ayam petelur, LPER mengonsolidasikan cakupan populasi sekitar 246.000 ekor yang tersebar di Gowa, Maros, Bone, Bulukumba, Takalar, Sidrap, Pinrang, dan Parepare. Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarpelaku usaha peternakan mikro-kecil serta membuka peluang kerja sama dalam pengadaan input, layanan teknis, dan pemasaran.

Pada subsektor ayam pedaging atau broiler, Koperasi LPER telah menjalankan program konsolidasi peternak mandiri sebanyak 39.000 ekor pada Tahap 1 dan 40.000 ekor pada Tahap 2 di Maros, Pangkep, Pinrang, dan Bulukumba. Selain itu, Koperasi LPER juga menjalankan program kemitraan broiler tripartit sebanyak 100.000 ekor pada Tahap 1 di Maros dan Pangkep.

Selanjutnya, program Tripartit Berdikari sebanyak 100.000 ekor dijadwalkan dilaksanakan pada November 2026 di Maros, Gowa, Pangkep, Takalar, Bone, dan Soppeng.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan arah kerja Koperasi LPER, menghubungkan peternak dengan sistem usaha yang lebih terorganisasi. Konsolidasi memungkinkan kebutuhan produksi dihimpun, koordinasi diperkuat, dan peluang kemitraan dikembangkan secara lebih terstruktur.

Namun, kami memahami bahwa jumlah populasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang lebih penting adalah bagaimana konsolidasi tersebut membantu peternak meningkatkan efisiensi, memperkuat posisi tawar, mengelola risiko, dan memperoleh akses pasar yang lebih baik.

*Dari jagung pakan hingga layanan kesehatan ternak*
Salah satu persoalan penting dalam usaha unggas adalah ketersediaan dan keterjangkauan pakan. Karena itu, Koperasi LPER turut mengambil bagian dalam penyaluran 187 ton jagung SPHP Tahap 3 bagi peternak ayam petelur di Sulawesi Selatan.

Program ini menjadi contoh pentingnya hubungan antara kebijakan pemerintah dan kelembagaan peternak. Pemerintah menyediakan instrumen intervensi, sementara organisasi peternak dapat membantu mengonsolidasikan kebutuhan serta mendukung pelaksanaan program sesuai mekanisme yang berlaku.

Ke depan, pelaksanaan program semacam ini perlu terus dievaluasi berdasarkan ketepatan distribusi, harga yang diterima peternak, dan manfaatnya terhadap biaya produksi. Dengan evaluasi yang baik, program dapat semakin tepat sasaran dan memberikan hasil yang lebih terukur.

Selain akses input, keberlanjutan usaha juga bergantung pada kesehatan ternak dan kemampuan teknis peternak. Melalui Program Layanan Kesehatan Ternak Rakyat (PROLENTERA) bersama Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin, LPER mendorong penguatan layanan kesehatan ternak rakyat.

Upaya tersebut dilengkapi dengan edukasi dan layanan teknis perunggasan di sentra-sentra pengembangan komoditas serta pendampingan teknis program Ayam Merah Putih di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara.

Kami memandang layanan kesehatan, edukasi, dan pendampingan teknis sebagai investasi dalam keberlanjutan usaha. Peternak perlu didukung agar mampu meningkatkan kualitas pengelolaan kandang, mencegah penyakit, memperbaiki produktivitas, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi teknis yang tepat.

Dengan demikian, dukungan terhadap peternak tidak berhenti pada pemberian input. Dukungan itu juga harus memperkuat kemampuan mereka untuk mengelola usaha secara lebih efisien dan mandiri.

*Menghubungkan produksi dengan pasar*
Peningkatan produksi harus diikuti kepastian akses pasar. Tanpa hubungan yang baik antara produksi dan penyerapan hasil, peningkatan populasi justru dapat menambah risiko ketika pasar tidak mampu menyerap produk secara memadai.

Karena itu, Koperasi LPER Wilayah Sulawesi Selatan juga mendorong konsolidasi penyerapan daging ayam segar dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta peningkatan pemanfaatan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) milik pemerintah.

Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat hubungan antara peternak, fasilitas pemotongan, distribusi, dan kebutuhan pasar. Pelaksanaannya tentu membutuhkan koordinasi yang baik, termasuk mengenai standar produk, volume pasokan, jadwal pengiriman, biaya operasional, dan kepastian pembayaran.

Bagi peternak rakyat, akses pasar bukan sekadar persoalan menemukan pembeli. Akses pasar yang sehat juga menyangkut kepastian transaksi, transparansi persyaratan, dan pembagian risiko yang wajar di sepanjang rantai pasok.

Di sinilah koperasi memiliki peran strategis. Dengan menghimpun kebutuhan dan mengoordinasikan pasokan, koperasi berpotensi membantu peternak berhubungan dengan pasar secara lebih terstruktur. Sementara itu, keterlibatan pemerintah dan mitra usaha diperlukan untuk membangun ekosistem yang mendukung kelancaran transaksi dan keberlanjutan usaha.

*Peternak perlu terus berbenah dan berinovasi*
Dukungan pemerintah merupakan hal penting, tetapi keberlanjutan usaha juga membutuhkan kemauan peternak untuk terus belajar dan berbenah. Perubahan harga input, dinamika permintaan, risiko penyakit, dan persaingan usaha menuntut kemampuan pengelolaan yang semakin baik.

Peternak perlu memahami biaya produksi, menghitung risiko, mengevaluasi hasil usaha, dan memanfaatkan peluang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Program pemerintah, termasuk peluang pengembangan jagung, perlu dipelajari secara serius dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan, kemampuan budidaya, kebutuhan pasar, dan kelayakan ekonominya.

Tidak semua peluang cocok untuk setiap peternak. Karena itu, keputusan usaha harus didasarkan pada perhitungan dan kondisi nyata, bukan sekadar mengikuti tren atau harapan memperoleh keuntungan cepat.

Kami juga berpandangan bahwa kerugian usaha perlu menjadi bahan evaluasi. Dalam kegiatan ekonomi, risiko tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, risiko dapat dikelola melalui perencanaan, pencatatan biaya, peningkatan keterampilan, dan kerja sama yang baik.

Ketika menghadapi kesulitan, peternak perlu mencari penyebab dan solusi secara objektif. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai membuat sesama peternak saling menyalahkan atau kehilangan semangat kebersamaan.

Kemandirian bukan berarti peternak harus menghadapi semua persoalan sendirian. Kemandirian justru tumbuh ketika peternak memiliki pengetahuan, kemampuan mengelola usaha, akses terhadap kelembagaan yang kuat, serta keberanian untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

*Sinergi yang berorientasi pada kesejahteraan*
Kami meyakini bahwa pembangunan peternakan rakyat membutuhkan pembagian peran yang jelas. Pemerintah berperan menetapkan kebijakan, menyediakan dukungan publik, dan memperbaiki tata kelola. Dunia usaha berperan membangun investasi, menyediakan input, mengembangkan kemitraan, dan memperluas akses pasar. Koperasi mengonsolidasikan kekuatan ekonomi peternak, sedangkan peternak menjalankan produksi dan terus meningkatkan kapasitas usahanya.

Untuk, sebagai mitra strategis Koperasi LPER Wilayah Sulawesi Selatan mendukung langkah Pengurus Pusat Koperasi LPER dalam menyampaikan apresiasi kepada pemerintah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog atas upaya serta program yang manfaatnya telah dirasakan oleh peternak rakyat.

Kami berharap sinergi tersebut terus diperkuat. Program yang memberikan manfaat perlu dijaga keberlanjutannya, sedangkan hal-hal yang masih perlu diperbaiki harus menjadi bahan evaluasi bersama. Komunikasi yang terbuka dan berbasis kondisi lapangan akan membantu memastikan bahwa kebijakan semakin tepat sasaran.

Bagi kami, tujuan akhirnya bukan sekadar bertambahnya jumlah program atau meningkatnya populasi ternak. Tujuan yang lebih mendasar adalah membangun sistem peternakan rakyat yang mampu berproduksi secara efisien, mengakses pasar dengan lebih baik, mengelola risiko, dan memberikan penghidupan yang layak bagi peternak.

Negara hadir melalui kebijakan dan dukungan nyata. Koperasi LPER bergerak melalui konsolidasi dan kerja sama. Peternak terus berbenah untuk memperkuat usahanya. Ketiganya perlu berjalan bersama agar pembangunan perunggasan tidak hanya menghasilkan pangan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kesejahteraan mereka yang memproduksinya.

Inilah semangat yang ingin kami bangun di Sulawesi Selatan: mendukung pemerintah, bekerja bersama peternak, dan memperkuat koperasi sebagai bagian dari solusi. Sebab, peternakan rakyat yang kuat bukan hanya kepentingan peternak, melainkan juga bagian penting dari ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi nasional. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel19 Oktober 2026 22:12
Upah PPPK Paruh Waktu di Bagian Umum Setda Jeneponto Jomplang Meski Jabatan Sama, Selisihnya Hingga Rp2 Juta
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Upah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, pada bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) kabu...
Hukum19 Oktober 2026 21:15
Kasus Zulfikar Disorot, LBH Anak Rakyat Desak Polsek Mamajang Buka Dasar Penetapan Tersangka
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penanganan perkara dugaan pencurian karangan bunga yang menjerat Zulfikar, seorang juru parkir di Kota Makassar, menu...
Makassar19 Oktober 2026 21:02
Wali Kota Makassar Hadiri Rapat Paripurna HUT ke-357 Sulsel
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengikuti Rapat Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dihela...
Bisnis19 Oktober 2026 20:40
HUT ke-74, KALLA Perkuat Kontribusi untuk Masyarakat
Usia ke-74 tahun, KALLA terus memperkuat kontribusi melalui berbagai sektor usaha dan program sosial serta lingkungan....