SULSELSATU.com, KOLAKA – PT Vale Indonesia Tbk mengerahkan tim Fire and Emergency Services (FES) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Puulemo dan Baula, sekitar area Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan pemetaan sementara, kebakaran di Puulemo mencakup area seluas 31,68 hektare yang berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Vale Indonesia.
Sementara itu, kebakaran di Baula diperkirakan mencapai 90 hektare dan berada di dalam wilayah IUPK serta Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).
Baca Juga : PT Vale Serahkan Bantuan Enam Rumah Layak Huni di Kolaka
Penanganan kebakaran di Puulemo dilakukan tim FES Vale Indonesia bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Adapun penanganan di Baula masih menghadapi kendala akses menuju titik kebakaran dan membutuhkan koordinasi lebih lanjut.
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia Mohammad Rifai mengatakan, perusahaan mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk mempercepat penanganan karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
Baca Juga : PT Vale Hadirkan UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357
“Tim FES Vale Indonesia terus bekerja bersama BPBD untuk menangani kebakaran di Puulemo. Pada saat yang sama, kami sedang mempersiapkan respons terhadap kebakaran di Baula, mulai dari pemetaan akses menuju lokasi, identifikasi sumber air terdekat, asesmen lapangan, hingga koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait,” ujar Rifai.
Untuk menjangkau titik kebakaran di Baula, Vale Indonesia berkoordinasi dengan tim eksplorasi guna mengidentifikasi jalur yang memungkinkan dilalui serta memetakan sumber air terdekat. Asesmen lapangan juga disiapkan untuk memperoleh gambaran dan data aktual mengenai kondisi lokasi.
Kegiatan tersebut akan melibatkan tim terkait dengan pendampingan personel FES Vale Indonesia. Hasil asesmen akan menjadi dasar untuk menentukan metode penanganan yang efektif sekaligus aman.
Baca Juga : Hasil Uji Laboratorium Padi Terdampak Tumpahan MFO di Towuti Aman Dikonsumsi
“Setiap waktu sangat berarti dalam situasi seperti ini. Namun, keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang terlibat harus tetap menjadi prioritas. Karena itu, kami memastikan setiap langkah dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan dan melalui koordinasi yang kuat dengan seluruh pihak,” kata Rifai.
Selain mengerahkan personel, Vale Indonesia menyiapkan dukungan peralatan dan tenaga apabila pembuatan sekat bakar dinilai diperlukan.
Perusahaan juga memperbarui data setiap hari, meliputi pemetaan wilayah terdampak, dokumentasi visual, serta koordinat titik kebakaran.
Baca Juga : Sekda Bersama SKPD ke Sekolah Bagi Masker Gratis Cegah Dampak Kabut Asap
Vale Indonesia akan mengeskalasi penanganan kebakaran di Baula kepada pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Satuan Tugas Penanganan karhutla, BPBD, Pemerintah Kabupaten Kolaka, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan. Kondisi kebakaran juga akan dilaporkan melalui sistem pemantauan karhutla Sipongi.
Dengan mempertimbangkan estimasi luas area terdampak, perusahaan mendorong dukungan tambahan dari unsur terkait melalui koordinasi bersama Satgas Karhutla dan aparat kewilayahan.
Sejumlah opsi penanganan lanjutan turut dipertimbangkan, termasuk pembuatan sekat bakar untuk memutus jalur bahan bakar api.
Baca Juga : Kualitas Udara di Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Apabila kebakaran tidak memungkinkan ditangani melalui jalur darat, dukungan udara juga dapat dipertimbangkan.
Keputusan penanganan akan ditetapkan berdasarkan hasil asesmen lapangan dengan memperhatikan keselamatan, efektivitas, kondisi lingkungan, dan ketentuan perizinan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar