SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Makassar menyiapkan 14 kapal penumpang untuk melayani arus mudik dan balik Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Persiapan dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Kepala Cabang PELNI Makassar Ridwan Mandaliko mengatakan, selain armada penumpang, PELNI juga menyiapkan dua kapal perintis yang melayani sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : PELNI Makassar Ingatkan Batas Bagasi Penumpang, Maksimal 40 Kg
Masa pelayanan angkutan Nataru diperkirakan mulai 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Untuk memastikan kesiapan operasional, PELNI berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dalam pelaksanaan pemeriksaan kelaiklautan kapal atau ramp check.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kelengkapan dan kelayakan kapal sebelum memasuki masa puncak angkutan.
Dari sisi layanan tiket, Ridwan menyebut pemesanan masih tersedia. PELNI memperpanjang periode pemesanan tiket dari sebelumnya 30 hari menjadi 60 hari sebelum keberangkatan.
Baca Juga : PELNI Siapkan 55 Kapal Layani 641 Ribu Penumpang pada Angkutan Lebaran 2026
“Sejumlah rute dari Makassar yang menjadi favorit masyarakat adalah menuju Surabaya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sejumlah wilayah Indonesia Timur lainnya,” ujsr Ridwan kepada media, Selasa (3/11/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PELNI belum merencanakan penambahan armada. Namun, frekuensi kunjungan kapal pada rute-rute padat masih berpeluang ditambah berdasarkan hasil evaluasi.
Sementara itu, peningkatan arus balik diperkirakan terjadi pada H+6 hingga H+10 Tahun Baru.
Baca Juga : Pengguna Baru 67 Persen, PELNI Makassar Gencarkan Aplikasi untuk Lawan Calo
Calon penumpang juga berpeluang mendapatkan stimulus diskon tiket sebesar 30 persen dari pemerintah untuk perjalanan laut selama periode Nataru 2026–2027.
PELNI Makassar masih melakukan persiapan layanan lainnya, termasuk UMSI. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai waktu operasional layanan tersebut.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News
