Logo Sulselsatu

Cegah Penularan, Ditjen Pas Bakal Pisahkan Napi LGBT

Asrul
Asrul

Kamis, 11 Juli 2019 08:32

Ilustrasi. (Int)
Ilustrasi. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Direktoral Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) mulai mengambil langkah untuk mencegah “penularan” penyakit homoeseksual dan lesbian bagi warga binaan di rutan dan lapas.

“Apabila ditemukan penyimpangan seksual baik oleh narapidana pria atau narapidana perempuan, maka langkah yang diambil adalah pertama memisahkan narapidana yang LGBT dari narapidana normal dengan menempatkan di kamar isolasi, yaitu kamar hunian untuk narapidana sakit baik medis maupun psikis,” kata Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Kemenkum HAM Ade Kusmanto, Rabu (10/7/2019) seperti dikutip Detik.

“Langkah ini diambil agar tidak terjadi penularan disorientasi seksual kepada narapidana lainnya,” imbuh dia.

Langkah selanjutnya adalah memberikan pembinaan kepribadian terhadap napi yang memiliki sifat seks menyimpang itu. Pembinaan tersebut meliputi psikologi hingga keagamaan.

Sponsored by MGID

“Selanjutnya memberikan pembinaan kepribadian dengan memberikan pembinaan mental keagamaan dengan pengawasan khusus, agar timbul kesadaran diri bahwa perbuatan tersebut dilarang agama, berakibat hukum dan menimbulkan masalah kesehatan,” kata dia.

Ade mengatakan pihaknya akan memeriksa kesehatan napi gay atau lesbian. Pemeriksaan tersebut untuk memastikan apakah napi tersebut menderita penyakit seksual yang berbahaya.

“Kemudian memeriksa kesehatan narapidana LGBT, untuk memastikan kesehatannya,” kata dia.

Ada mengatakan fenomenya gay atau lesbian di lapas dan rutan bisa dibawa oleh napi sebelum menjadi warga binaan. Selain itu, kelebihan kapasitas warga binaan, menurut Ade juga menjadi salah satu faktor munculnya seks menyimpang di lapas karena kebutuhan biologis mereka tidak terpenuhi.

“Fenomena ini bisa terjadi karena , pertama dibawa oleh narapidana dari luar lapas, yaitu sebelum masuk lapas memang sudah ada disorientasi seksual yang dibawa dari luar lapas kemudian ditularkan secara terselubung kepada narapidana lainnya yang normal. Kedua, disorientasi seksual didapat dari lapas karena kebutuhan biologis tidak terpenuhi selama menjalani pidana di dalam lapas,” ungkapnya.

“Fenomena tersebut juja diakibatkan lapas dan rutan sudah overcrowded (terlampau padat). Daya tampung hunian lapas/rutan tidak sebanding dengan jumlah nara pidana yang setiap tahunnya bertambah,” ucap Ade

Editor: Hendra Wijaya

 

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Video20 Januari 2022 00:14
VIDEO: DPRD Sulsel Wacanakan Pembentukan Pansus Wakil Gubernur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPRD Sulsel mewacanakan akan membentuk Panitia Khusus atau Pansus Wakil Gubernur Sulsel sisa masa jabatan 2018-2023. ...
OPD19 Januari 2022 23:01
Bertemu Mendikbudristek, Al Hidayat Minta Kuota Guru PPPK Ditambah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar Al Hidayat Syamsu bertemu dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim di Jakarta, Rabu (19/1/202...
Video19 Januari 2022 22:43
VIDEO: Momen Risma Hendak Bersimpuh ke DPR RI untuk Sampaikan Permohonan Maaf
SULSELSATU.com – Menteri Sosial, Tri Rismaharini menyampaikan permohonan maaf ke Komisi VIII DPR RI. Permohonan maaf itu dilakukan atas sikap ja...
Sponsored by MGID
Nasional19 Januari 2022 22:18
Jawab Tren Kebutuhan Masyarakat, Tahun 2022 Gojek Fokus pada Dua Hal Pengembangan
SULSELSATU.com, JAKARTA – Mewujudkan komitme terus menjadi andalan mobilitas masyarakat di tengah pandemi, Gojek melakukam berbagai inovasinya d...