Logo Sulselsatu

ABPPTSI Dorong Penguatan Akreditasi Kampus

Asrul
Asrul

Selasa, 16 Juli 2019 16:55

Ketua Umum ABPPTSI Prof Thomas Suyatno (keempat dari kiri) saat membuka Seminar dan Rapat Kerja Nasional II ABPPTSI di Hotel Gammara, Selasa 15 Juli 2019. (Foto/Ist)
Ketua Umum ABPPTSI Prof Thomas Suyatno (keempat dari kiri) saat membuka Seminar dan Rapat Kerja Nasional II ABPPTSI di Hotel Gammara, Selasa 15 Juli 2019. (Foto/Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia harus bergerak cepat. Terutama dalam meningkatkan akreditasi program studi (prodi) maupun institusi.

Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Pusat, Prof Thomas Suyatno menegaskan, persoalan akreditasi menjadi tugas besar setiap kampus. Tak boleh disepelehkan. Harus digenjot.

Apalagi, syarat meningkatkan akreditasi kini bertambah dari tujuh menjadi sembilan instrumen. Hal ini tentu membutuhkan kerja keras perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitasnya.

“Di tanah air ada 4.531 perguruan tinggi. Dari jumlah itu baru sekitar 1.900-an (terakreditasi). Sedangkan prodi jumlahnya lebih dari 3.500, dan baru terakreditasi sekitar 19.000-an,” ungkap Thomas, pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ABPPTSI, di Hotel Gammara, Selasa (16/7/2019).

Menurut Thomas, Rakernas ABPPTSI ini akan mengevaluasi persoalan-persoalan yang dialami badan penyelenggara dalam melakukan reakreditasi. Bukan hanya memikirkan bagaimana penguatan konsep triple helix.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Prof Jasruddin menyebutkan, dari 346 PTS di Sulawesi, baru Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang mampu meraih akreditasi A. Artinya, ada tugas besar yang menanti PTS lainnya. Jangan sampai tertinggal.

“Ada 345 PTS yang harus kita dorong untuk meningkatkan diri. Ini bisa menjadi rekomendasi kepada pemerintah bahwa kebijakan terhadap PTS mesti ditambah,” ujar mantan Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) itu.

Jasruddin berharap, hasil Rakernas ini mesti menghadirkan solusi yang konstruktif agar bisa diterima, baik masing-masing PTS maupun pemerintah. Katanya PTS juga bertanggung jawab terhadap pengembangan SDM di Indonesia.

Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News13 September 2026 18:20
SPBU di Jalan Tun Abdul Razak Gowa Belum Berlakukan Sistem Ganjil-Genap Hari Ini
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum ...
News13 September 2026 17:01
PLN Inventarisasi Lahan SUTET Wotu–Bungku untuk Perkuat Sistem Kelistrikan Sulawesi
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan melakukan survei identifikasi dan inventar...
Otomotif13 September 2026 16:47
135 Peserta Ramaikan Honda Modif Contest 2026 di Maros, Tarik 3.000 Pengunjung
Honda Modif Contest (HMC) 2026 berlangsung meriah di Grand Mall Maros pada Sabtu (12/9/2026). Ajang modifikasi sepeda motor Honda tersebut diikuti 135...
Sulsel13 September 2026 14:44
Susuri Aka-akae, Talumae, dan Mojong, Syaharuddin Kawal Aliran Air untuk Sawah Petani
SULSELSATU.com, SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyusuri persawahan dan jaringan irigasi di Desa Aka-akae, Talum...