Logo Sulselsatu

PT Pelindo VII Parepare Diduga Pungli di Lahan Tak Berizin

Asrul
Asrul

Kamis, 25 Juli 2019 19:16

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PAREPARE – PT Pelindo VII Parepare diduga melakukan pungutan atau restribusi di lahan yang belum memiliki dokumen perizinan.

Hal itu disampaikan Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kota Parepare, Syarifuddin, yang dihubungi, Kamis (25/7/2019).

“Tidak ada ijin Amdal Lalu lintasnya itu. PT Pelindo melanggar jika memaksa melakukan aktivitas di landasan peti kemas,” kata Syarifuddin.

Baca Juga : KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi

Dokumen Amdal lalu lintas, kata dia, wajib dimiliki oleh PT Pelindo sebelum melakukan operasi atau aktivitas bongkar muat di landasan kontainer yang terletak di kawasan Pelabuhan Cappa Ujung.

“Dokumen hasil analisa dampak lalu lintas wajib dimiliki. Amdal lalu lintas ini tercantum dalam Permenhub No 75/2015,” ujarnya.

Syarifuddin mengungkapkan, Dinas Perhubungan telah merekomendasi kepada pihak PT Pelindo untuk segera mengurus dokumen tersebut.

Baca Juga : Makassar Jadi Pintu Distribusi Pangan, Munafri Dukung Pengendalian Inflasi Sulampua

Bahkan kata dia, enam bulan lalu Pemerintah kota terpaksa menghentikan aktivitas bongkar muat kontainer di kawasan itu lantaran belum menyerahkan dokumen perizinan yang dimaksud.

“Pemkot sudah hentikan aktivitas disana. Aktivitas boleh dilanjutkan setelah ada dokumen Amdal lalin. Kita beri waktu 6 bulan, tapi sampai sekarang belum ada dokumen itu,” ungkap Syarif.

Pihaknya pun berencana akan kembali turun memantau aktivitas di terminal peti kemas tersebut.

Baca Juga : Pemkot Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026

“Jika masih ada aktivitas bongkar muat kontainer kita akan laporkan ke pimpinan untuk segera dilakukan tindakan,” tutup Syarif.

Aktivitas bongkar muat kontainer di kawasan landasan peti kemas Cappa Ujung diakui Kepala Cabang PT. Mentari Perkasa Parepare, Suherman.

PT Mentari, kata Suherman, disini sebagai pihak yang memanfaatkan kawasan landasan peti kemas. Suherman juga mengaku menyetor dana ke pihak Pelindo VII Parepare sebagai biaya sewa terminal peti kemas tersebut.

Baca Juga : Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa Siswa Kurang Mampu SD dan SMP

Hanya saja, Suherman enggan menyebutkan kisaran nilai sewa yang disetorkan.

“Nilai sewanya ya besar lah. Terpaksa kita lakukan karena mau bagaimana lagi. Kisarannya sudah ada dalam surat kesepakatan,” singkat Suherman.

Penulis: Andi Fardi
Editor: Azis Kuba

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...
News04 November 2026 20:41
Pegadaian Ambon Raih Tiga Penghargaan CSR 2026
PT Pegadaian (Persero) Area Ambon meraih tiga penghargaan Winner Top CSR Award 2026 dari Pemerintah Kota Ambon....