Logo Sulselsatu

Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur

Asrul
Asrul

Senin, 04 Mei 2026 20:18

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Camat Panakkukang Syahril menyebut, para pedagang yang terlibat sudah ditegur.

“Sudahmi ditegur itu (pedagang kaki lima di Jalan Letjend Hertasning Makassar). Sesama pedagang (yang cekcok),” kata Syahril kepada sulselsatu saat dimintai konfirmasi, Senin (4/5/2026).

Syahril, mengungkapkan bahwa persoalan lahan kerap menjadi sumber konflik di kalangan pedagang kaki lima (PKL). Dia menyebut hampir seluruh lokasi yang ditempati pedagang umumnya diklaim sebagai milik masing-masing.

Baca Juga : Bupati Gowa Makin Terancam, 3 Kasus yang Menyeret Namanya Naik Status di Kepolisian Selain Usulan Pemakzulan

“Biasanya itu kan rata-rata hampir semua lahan yang ada pedagang-pedagang itu mereka semua mengklaim (lahan) pedagang kaki lima,” ujarnya.

Syahril juga mengaku pihaknya kerap kewalahan menghadapi pedagang yang kembali berjualan meski telah ditertibkan.

Dia menjelaskan keterbatasan personel Satpol PP di tingkat kecamatan menjadi kendala, di mana dari total 20 personel hanya sekitar lima orang yang bertugas setiap hari untuk memberikan edukasi kepada para pedagang kaki lima.

Baca Juga : Soal Kasus Bupati Gowa, Kuasa Hukum Khaerul Aco: Kebohongan Tak Bisa Ditutup-tutupi

“Datang lagi menjual (pedagang kaki lima kalau sudah ditertibkan) karena kekuatan kami cuma 5 orang Satpol-PP di Kecamatan,” tuturnya.

“Semua 20 (personel) tetapi kan dia lima-lima perhari, itu lah yang selalu keluar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pedagang kaki lima,” pungkasnya.

Sebelumnya, insiden cekcok antar pedagang sebelumnya terjadi di Jalan Letjen Hertasning, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, pada Minggu (3/5).

Baca Juga : Polda Sulsel Jadikan Audit BPK Acuan Tetapkan Tersangka Kasus Seragam Sekolah Gowa

Camat Panakkukang Syahril menyampaikan bahwa penertiban dilakukan secara rutin setiap hari, tetapi para pedagang kerap menghindar ketika petugas tiba di lokasi.

“Setiap hari kita lakukan peneguran, tetapi lari larianki (pedagang yang berjualan di bahu jalan),” ungka Syahril kepada sulselsatu.

Sementara itu, dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang emak-emak terlibat cekcok dengan sesama pedagang perempuan di lokasi kejadian. Salah seorang pedagang terlihat mempersoalkan keberadaan penjual nasi kuning hingga memicu adu mulut.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Zulkarnaim
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel19 Agustus 2026 10:09
MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 Jelajahi Toraja, Angkat Budaya dan Kearifan Lokal
Touring eksploratif MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 kembali berlanjut di Sulawesi Selatan....
Makassar18 Agustus 2026 17:34
Dorong UMKM Binaan Naik Kelas, Pelindo Jasa Maritim Gelar Bazar Spesial HUT RI ke-81
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya untuk semakin mandiri dan berkembang....
Teknologi18 Agustus 2026 15:48
Lenovo IdeaPad Slim 3i Hadir dengan NPU dan Fitur AI, Harga Mulai Rp11 Jutaan
Lenovo meluncurkan IdeaPad Slim 3i 14IWC11 di Indonesia. Laptop ini menjadi perangkat pertama di Indonesia yang menggunakan prosesor Intel® Core!...
Nasional18 Agustus 2026 14:27
XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan Pascagempa NTT
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT)....