SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Camat Panakkukang Syahril menyebut, para pedagang yang terlibat sudah ditegur.
“Sudahmi ditegur itu (pedagang kaki lima di Jalan Letjend Hertasning Makassar). Sesama pedagang (yang cekcok),” kata Syahril kepada sulselsatu saat dimintai konfirmasi, Senin (4/5/2026).
Syahril, mengungkapkan bahwa persoalan lahan kerap menjadi sumber konflik di kalangan pedagang kaki lima (PKL). Dia menyebut hampir seluruh lokasi yang ditempati pedagang umumnya diklaim sebagai milik masing-masing.
Baca Juga : Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
“Biasanya itu kan rata-rata hampir semua lahan yang ada pedagang-pedagang itu mereka semua mengklaim (lahan) pedagang kaki lima,” ujarnya.
Syahril juga mengaku pihaknya kerap kewalahan menghadapi pedagang yang kembali berjualan meski telah ditertibkan.
Dia menjelaskan keterbatasan personel Satpol PP di tingkat kecamatan menjadi kendala, di mana dari total 20 personel hanya sekitar lima orang yang bertugas setiap hari untuk memberikan edukasi kepada para pedagang kaki lima.
Baca Juga : Heboh Emak-emak PKL di Jalan Hertasning Makassar Cekcok Diduga Rebutan Lahan
“Datang lagi menjual (pedagang kaki lima kalau sudah ditertibkan) karena kekuatan kami cuma 5 orang Satpol-PP di Kecamatan,” tuturnya.
“Semua 20 (personel) tetapi kan dia lima-lima perhari, itu lah yang selalu keluar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pedagang kaki lima,” pungkasnya.
Sebelumnya, insiden cekcok antar pedagang sebelumnya terjadi di Jalan Letjen Hertasning, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, pada Minggu (3/5).
Baca Juga : 2 Pelaku Penikaman di Malakaji Gowa Menyerahkan Diri ke Polisi Usai Sempat Kabur
Camat Panakkukang Syahril menyampaikan bahwa penertiban dilakukan secara rutin setiap hari, tetapi para pedagang kerap menghindar ketika petugas tiba di lokasi.
“Setiap hari kita lakukan peneguran, tetapi lari larianki (pedagang yang berjualan di bahu jalan),” ungka Syahril kepada sulselsatu.
Sementara itu, dalam video yang beredar di media sosial, tampak seorang emak-emak terlibat cekcok dengan sesama pedagang perempuan di lokasi kejadian. Salah seorang pedagang terlihat mempersoalkan keberadaan penjual nasi kuning hingga memicu adu mulut.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar