Logo Sulselsatu

Jokowi Didesak Tindak Tegas Pelaku Rasial ke Orang Papua

Asrul
Asrul

Rabu, 21 Agustus 2019 11:57

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Timur (AMT) mendesak Presiden Joko Widodo untuk menindak tegas pelaku rasial kepada orang Papua. Hal itu disampaikan saat massa berunjukrasa di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/8) sore.

Mereka mendesak Jokowi bertindak tegas terhadap aparat Polri dan TNI maupun kelompok masyarakat yang rasial kepada orang Papua.

Salah satu perwakilan AMT, Steven Eduard mengaku kecewa dengan sikap Jokowi yang justru hanya sebatas meminta masyarakat Papua memaafkan tindakan rasial yang dialami mahasiswa di Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga : Isu Ijazah Palsu Jokowi, Kuasa Hukum: Serangan Politis, Bukan Cari Kebenaran

Menurutnya, pernyataan Jokowi yang sekadar imbauan itu tak bisa menjamin bahwa tindakan serupa tak akan terjadi lagi.

“Kalau (Jokowi) bilang (minta masyarakat Papua) memaafkan saja, apakah ada jaminan ini (rasial) tidak akan terulang kembali? Memaafkan bisa saja, tetapi kalau hal ini terus terulang kembali, ya sama saja tipu-tipu, mengundang perpecahan yang lebih besar lagi,” kata Eduard, seperti dilansir CNNIndonesia, Rabu (21/8/2019).

Eduard mengatakan Jokowi jangan sekadar meminta masyarakat Papua memaafkan perlakuan rasial, tetapi juga menindak tegas mereka yang merendahkan sesama anak bangsa.

Baca Juga : Warisan Utang Era Jokowi Dinilai Jadi Biang Efisiensi Anggaran

Menurutnya, sebenarnya Jokowi bisa memerintahkan anak buahnya turun langsung ke lapangan saat kejadian pengepungan Asrama Mahasiswa Papua, akhir pekan lalu, untuk meredam situasi sehingga tak membuat Tanah Papua ‘panas’.

“Seharusnya dia yang melakukan. Karena dia membiarkan, hal itu sampai bisa melebar. Bayangkan di Jayapura aman terkendali, tapi yang menonjol di Manokwari dan Sorong. Itu kan amarah publik. Kalau pemerintah bertindak cepat hal itu tak terjadi,” tuturnya.

Eduard menyatakan tindakan rasial tersebut bukan kali ini saja dialami masyarakat Papua, tetapi sudah terjadi beberapa tahun lalu. Bahkan, kata Eduard, kemungkinan perlakuan rasial ini berlangsung sejak Indonesia menganeksasi wilayah Papua.

Baca Juga : Jokowi Sebut Tak Ada yang Berani Kritik Prabowo, Ini Alasannya

“Jadi kami menolak keras karena hal itu yang menyakitkan kami, karena hal itu juga yang dilakukan oleh aparat negara. Kami sudah menyaksikan dalam video yang viral itu, bahwa TNI juga ikut mengucapkan kata yang rasial sekali kepada kami, adik-adik mahasiswa Papua,” tuturnya.

“Kami siap melawan hal itu. Kami meminta supaya oknum TNI itu dipecat secara tidak terhormat,” kata Eduard menambahkan.

Eduard menyatakan berdasarkan pengakuan mahasiswa di Asrama Mahasiswa Papua, tak ada yang melakukan pencopotan bendera merah putih sampai membuangnya ke selokan saat menjelang 17 Agustus lalu.

Baca Juga : Resmi Dipecat! Jokowi, Gibran, dan Bobby Bukan Lagi Kader PDIP

Bukti pencopotan merah putih juga tak ditemukan setelah 43 mahasiswa itu diperiksa. Eduard menyebut para mahasiswa itu tak keberatan bendera merah putih dipasang di sana.

“Tidak ada yang menunjukkan adik-adik ini yang melakukan pengerusakan atau membuang bendera itu ke selokan,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mengakui ada hal yang membuat masyarakat Papua tersinggung. Namun, mantan Wali Kota Solo itu mengajak masyarakat Papua bersikap memaafkan.

Baca Juga : VIDEO: Usai Purnatugas, Jokowi Terima Aduan Warga Terkait Ganti Rugi Lahan Jalan Tol

Jokowi menyampaikan hal itu merespons kerusuhan di Manokwari dan daerah lain di Papua yang terjadi Senin (19/8).

“Jadi, saudara-saudaraku, Pakce Mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu sebagai saudara sebangsa setanah air, yang paling baik memaafkan. Emosi itu boleh tapi memaafkan itu lebih baik. Sabar itu juga lebih baik,” kata Jokowi.

Jokowi meminta masyarakat Papua percaya kepada pemerintah. Kata Jokowi, pemerintah berusaha menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat.

“Yakinlah pemerintah menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pakce Mace, mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...