Logo Sulselsatu

Tunggakan Pembayaran BPJS Kesehatan di Makassar Capai Rp 110 Miliar

Asrul
Asrul

Jumat, 06 September 2019 23:00

Ilustrasi. (Int)
Ilustrasi. (Int)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan di Kota Makassar mencapai Rp110 miliar. Tunggakan ini khusus peserta mandiri, belum termasuk badan usaha.

“Penunggakan di Makassar Rp110 miliar untuk peserta mandiri. Badan usaha juga ada yang menunggak. Jadi, bukan hanya peserta mandiri. Kalau untuk peserta mandiri data terakhir bulan Agustus itu Rp110 miliar,” kata Esty, Jumat (6/9/2019).

Esty menyebut, khusus di Makassar, iuran yang diterima setiap bulan tidak sebanding dengan pembiayaan yang dikeluarkan oleh negara, sehingga mengakibatkan BPJS Kesehatan Cabang Makassar defisit.

Baca Juga : Anggota DPRD Sulsel Soroti Ruwetnya Urusan Administrasi BPJS Akibatkan Warga Meninggal

“Untuk membiayai 1 bulan saja itu sangat tidak cukup karena Makassar ini merupakan salah satu pusat rujukan. Jadi, memang otomatis pasti akan tidak tercukupi iuran yang diterima,” katanya.

Dia menambahkan, iuran pemerintah khusus untuk Makassar tidak cukup karena pihaknya juga menerima peserta dari wilayah lain, seperti Papua, Sorong, Jeneponto, dan Palopo.

“Jadi, tidak hanya murni masyarakat Kota Makassar yang memanfaatkan karena di sini kan pusat rujukan untuk Indonesia timur. Karena ada rumah sakit kelas A seperti Wahidin yang lengkap pelayannya,” kata Esty.

Baca Juga : Rencana Kenaikan Iuran, BPJS Kesehatan Makassar Tunggu Keputusan Pemerintah

Akan tetapi, kata dia, bila melihat dari biaya pelayanan kesehatan dengan iuran yang diterima, memang tidak mencukupi sehingga selisih dari iuran yang diterima dan dikeluarkan selalu minus.

“Saya perkirakan saja selisih antara iuran yang diterima dengan biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan khusus untuk wilayah kerja kami, khusus untuk Kota Makassar itu sekitar Rp800-Rp900 miliar,” ungkapnya.

“Sekali lagi kita jangan melihat orang masing-masing daerah tapi kita lihat secara keseluruhan karena ada daerah yang mencukupi tapi memang secara nasional defisit,” tandasnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis02 November 2026 09:30
PLN Dampingi Petani Kopi Batui, Penjualan Naik 326 Persen
Nilai penjualan kopi green bean Kelompok Tani Kopi Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, meningkat lebih dari empat kali lipat setelah mendapatka...
News02 November 2026 07:16
OJK Catat 27,23 Juta Rekening Baru Selama BIK 2026
Rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 mencatat pembukaan 27,23 juta rekening dan akun produk jasa keuangan sepanjang Oktober 2026...
News01 November 2026 20:04
ISKI Sulsel Siapkan Program Kerja, Perkuat Peran Sarjana Komunikasi di Berbagai Sektor
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan mematangkan program kerja kepengurusan pe...
OPD01 November 2026 20:02
Pengawasan di Biringkanaya, Fauzi Andi Wawo Siapkan Program KK Binaan Bagi Konstituen PKB
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, menyiapkan program KK Binaan untuk menjangkau masyarakat yang telah m...