Logo Sulselsatu

Sekprov Minta Daerah Segera Rampungkan Lahan Kereta Api

Asrul
Asrul

Jumat, 20 September 2019 14:40

Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani. (Sulselsatu/Jahir Majid)
Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani. (Sulselsatu/Jahir Majid)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani meminta agar pemerintah daerah segera merampungkan lahan kereta api Makassar-Parepare.

Ia meminta agar kepala daerah di tiga kabupaten yakni Maros, Barru dan Pangkep menuntaskan lahan jalur kereta api dalam waktu dekat.

“Kami minta daerah segera menyelesaikn ini, dan harus segera ditindaklanjuti. Tiga bupati (Barru, Pangkep, Maros) harus mengawal percepatan pembebasan lahan ini,” kata Hayat, Jumat (20/9/2019).

Baca Juga : Abdul Hayat Gani Resmi Jabat Pj Wali Kota Parepare, Fokus Urus Pilkada Hingga Inflasi

Ia menyebutkan, pemerintah daerah saat ini masih menemui kendala di lapangan. Salah satunya, soal harga yang ditolak warga.

“Warga menolak harga yang telah ditetapkan, seperti yang di Pangkep, ini masih berproses di pengadilan belum ada hasilnya,” ujar Hayat.

Namun, Hayat mengatakan bahwa masalah lahan di Pangkep ini menjadi dasar sehingga nantinya tidak ada masalah lagi dalam pembebasan lahan selanjutnya.

Baca Juga : Edutolia Education Bersama Pemprov Sulsel Bahas Pameran Pendidikan Gratis Perguruan Tinggi Turki di Makassar

“Ini menjadi dasar agar segera dilakukan percepatan pembebasan lahan,” tegasnya

Seperti diketahui, Kereta Api Trans Sulawesi tahap I, Makassar-Parepare mulai dilakukan pada tahun 2015, di Kabupaten Barru, saat ini progres proyek tersebut masih tetap berjalan termasuk dengan pembangunan 5 stasiun yang akan dilalui oleh kereta api pertama di Sulawesi nantinya.

Akhir tahun 2019, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan rampung dengan pencapaian yaitu 44 Km, yang sudah 100 persen untuk mainline track. Kemudian dilanjutkan dengan jalur kearah pelabuhan Garongkong dengan panjang 4,7Km yang telah rampung sekitar 60 persen.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Hargai Putusan PTUN Jakarta Terkait Sekda Non Aktif Abdul Hayat

Sementara itu, Kepala Humas Pengembangan Perkeretaapian Sulawsi Selatan, Arinova G Utama mengungkapkan sejauh ini proses pengerjaan masih track dan juga pembangunan lima stasiun di Barru.

“Akhir bulan ini mulai persiapan jembatan yang melewati jalan nasional, selesai jembatan kereta api ini angka progres nya diharapkan bisa naik signifikan lagi,” paparnya.

Untuk lahan di Pangkep sekitar 2.035 lahan sedangkan di Maros ada 204 lahan, yang akan dilakukan pembebasan lahan nantinya.

Baca Juga : Istri Abdul Hayat Gani Eks Sekprov Sulsel Tutup Usia

Di Pangkep sendiri, ada 19 warga yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Pangkep, kepada tim pembebasan lahan pembangunan rel kereta api. Hal ini dilakukan karena harga yang diberikan tidak sesuai, dimana ditaksir Rp70 ribu per meter untuk rumah, sedangkan sawah Rp30 ribu per meter.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum04 Mei 2026 15:11
2 Pelaku Penikaman di Malakaji Gowa Menyerahkan Diri ke Polisi Usai Sempat Kabur
SULSELSATU.com, GOWA – dua pria berinisial R dan S, pelaku penikaman di Malakaji, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya menyerahka...
Sulsel04 Mei 2026 13:20
90 Guru dan Pelajar Berprestasi Terima Penghargaan di Hardiknas Sidrap
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berlangsung dengan nu...
Bisnis04 Mei 2026 13:15
Percepat Transformasi Digital, Kinerja Indosat Kuartal I 2026 Tumbuh Dua Digit
Indosat Ooredoo Hutchison mencatat kinerja keuangan yang kuat pada kuartal pertama 2026 dengan pertumbuhan dua digit pada sejumlah indikator utama....
Berita Utama04 Mei 2026 13:14
34 Ribu Anak di Makassar Tercatat Tidak Sekolah
‎SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemen Dikdasmen) mencatat sebanyak 34.371 anak di Kota Makassar tidak b...