Logo Sulselsatu

Indah Harap Program READSI Dongkrak Kesejahteraan Petani

Asrul
Asrul

Rabu, 09 Oktober 2019 21:42

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani membuka temu lapang tani, program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI), Selasa (9/10/2019). (IST)
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani membuka temu lapang tani, program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI), Selasa (9/10/2019). (IST)

SULSELSATU.com, MASAMBA – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani membuka temu lapang tani, program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI), Selasa (9/10/2019).

READSI sendiri adalah merupakan salah satu bagian dari program Kementrian Pertanian yang mendukung terwujudnya visi pembangunan pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani.

Program ini memperkuat sinergi dan koordinasi antar mitra dan stake holder di lapangan, juga mempunyai banyak komponen.

Baca Juga : Indah Tegaskan Golkar Bakal Usung Kader Maju Pilkada Luwu Utara

“Diharapkan bisa memperkuat kelembagaan petani juga bisa menumbuhkan regenerasi petani. Alhamdulillah tahun ini Luwu Utara bekesempatan menjalankan program ini,” ungkap Indah

Indah menambahkan program READSI, juga diharapkan mampu membangun rasa percaya diri melalui pemanfaatan sumber daya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian.

“Tujuan utamanya adalah pemberdayaan rumah tangga, baik secara individu maupun kelompok yang diharapkan nantinya meningkatkan kesejahteraan petani beserta keluarga,” jelasnya.

Baca Juga : Banjir Prestasi, Indah Putri Indriani Dukung Airlangga Hartarto Pimpin Golkar Lagi

Sasaran program READSI, kata dia, adalah petani, termasuk petani miskin yang aktif dan memiliki sumberdaya (lahan, dll) yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan bantuan program.

Petani aktif dan memiliki potensi sebagai ‘agen perubahan’ untuk memotivasi petani lainnya terutama kelompok miskin dan memperbaiki penghidupannya, petani yang tidak memiliki lahan, petani pemilik lahan sempit dan kepala keluarga perempuan yang akan dilibatkan secara langsung dalam usaha pengembangan lahan pekarangan, nomfarm, kegiatan perbaikan gizi dan kegiatan pengelolaan keuangan.

“Luwu utara harus menjadi contoh keberhasilan program READSI. Olehnya itu, saya tekankan agar kelompok yang menerima program adalah mereka yang benar-benar siap, bukan hanya sekedar mau. Giliran ada program semua mau maju, giliran evaluasi semua hilang,” tegas Indah yang juga bupati perempuan pertama di Sulsel itu.

Baca Juga : Muhammad Fauzi Bersama Bupati Lutra Libatkan 37 Pelaku UMKM Pada Acara Buka Puasa Bersama

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lutra Arnuadi dalam laporannya menyampaikan bahwa untuk program READSI di kecamatan Malangke Barat itu menyasar empat desa.

“Keempat desa tersebut yaitu Arusu, Pembuniang, Waetuo dan Baku-Baku dengan total 28 kelompok penerima manfaat untuk komoditi jagung, kakao, Buah (Jeruk dan durian) serta pemanfaatan pola pekarangan,” tutupnya.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi25 Mei 2026 20:56
BPD Tetap Tangguh, Aset Tembus Rp1.036 Triliun per Maret 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri Bank Pembangunan Daerah (BPD) tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid di tengah persaingan industri ...
Makassar25 Mei 2026 20:41
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding Warga Pancasila Pannampu
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) kembali menggelar edukasi keselamatan berkendara atau safety riding bagi masyarakat....
Ekonomi25 Mei 2026 20:34
OJK Rombak Aturan Perusahaan Efek dan Manajer Investasi, Ini Poinnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) baru untuk memperkuat industri pasar modal di tengah meningkatnya kompleksitas produ...
Otomotif25 Mei 2026 20:17
Kalla Toyota Konsisten di Puncak Pasar Sulawesi, Penjualan Tembus 6.860 Unit Kuartal Pertama 2026
Persaingan industri otomotif Indonesia sepanjang 2026 semakin ketat, termasuk yang terjadi di Kota Makassar. Kehadiran berbagai merek baru, terutama k...