Logo Sulselsatu

Dinilai Tak Komitmen, Danny Ditinggal Parpol Pendukungnya di Pilwali Lalu

Asrul
Asrul

Minggu, 08 Desember 2019 14:00

istimewa
istimewa
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bakal calon Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto akan ditinggal partai pendukungnya saat Pilwali 2018 lalu, penyebabnya karena mantan orang nomor satu di Makassar itu dinilai tidak komitmen.
Partai Demokrat, Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah partai pendukung Danny-Indira kala itu mengambil ancang-ancang untuk tidak mengulang kesalahan yang sama di Pilwali 2020 mendatang.
Ketiganya kecewa dengan sikap Danny yang tidak komitmen dalam membesarkan partai pendukungnya di Pileg 2019 lalu. Itu terungkap dalam diskusi yang digelar Komunitas Wartawan Politik Sulsel bertema Arah Parpol dan Elit Politik Sulsel di Pilwalkot Makassar di Warkop 212 Toddopuli, Ahad (8/12/2019).
“Kami banyak berdebat soal siapa-siapa yang patut diusung, dan mayoritas teman-teman (PSI) mengatakan jangan mi lagi itu (Danny). Kita tidak mau terulang kasus kemarin. Makanya yang paling utama adalah komitmen bersama PSI. Bagaimana calon ini mensupport PSI untuk momentum politik di kemudian hari,” kata Ketua DPD PSI Kota Makassar, Affandi Ibrahim.
Affandi yang akrabnya disapa Pablo ini juga memastikan bahwa meski partainya tidak mengantongi kursi di parlemen, namun mesin dan jaringan partainya siap memenangkan calon wali kota usungannya.
Tidak berbeda jauh, Sekretaris DPD Perindo Makassar, Muhammad Sultan juga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Danny. Perindo rupanya telah dijanji kursi oleh Danny dalam perjalanan Pilwali 2018 lalu, namun diingkari pada Pileg 2019.
“Ketika Perindo menjatuhkan dukungan ke Danny Pomanto, Perindo dijanji kursi. Tetapi dalam perjalanan Pileg 2019, Danny membranding Makassar jadi NasDem di semua kecamatan dan kelurahan. Benar Danny menitipkan istrinya ke Perindo, tapi dalam kenyataannya Danny tidak pernah mempromosikan istrinya untuk Perindo,” ujar Sultan.
Dia menegaskan, dua kursi Perindo di DPRD Kota Makassar murni merupakan hasil kerja keras caleg dan kader Partai Perindo. Bukan bantuan dari Danny Pomanto selaku wali kota pada saat itu.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali juga mengungkapkan kekecewaan terhadap komitmen Danny Pomanto. Demokrat sudah dua kali mensupport Danny di Pilkada, yakni pada Pilwali 2013 dan 2018.
“Kita bahkan memilih bekerja untuk kolom kosong saat Danny didiskualifikasi. Kita komitmen tidak menyeberang ke kubu sebelah,” tutur Wakil Ketua DPRD Makassar itu.
Penulis: Asrul
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel07 November 2026 12:41
Bupati Gowa Terima Penghargaan Peduli Pendidikan Nonformal
Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menerima Anugerah Adhiwidya Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Indonesia 2026 dari Dewan Pengurus Pusat Forum Kom...
Politik06 November 2026 22:31
Ribuan Massa Padati Puncak Harlah NasDem ke-15 di Sidrap, 212 Kader Penggerak Dilantik
SULSELSATU.com, SIDRAP – Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan resmi dimulai, Jumat (6/11/2026) malam...
Metropolitan06 November 2026 21:42
AESI Ajak Jurnalis Nasional dan Daerah Kawal Proyek PLTS
SULSELSATU.com, JAKARTA – Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menggelar Media Training bertema “Penguatan Kapasitas Media dalam Diskurs...
News06 November 2026 21:34
Vale Indonesia Dukung Penguatan Kapasitas Pemuda Morowali Lewat Bahopombine Youthcamp 2026
Ratusan pemuda mengikuti Bahopombine Youthcamp 2026 yang digelar Karang Taruna Desa Kolono pada 30 Oktober hingga 1 November 2026....