Logo Sulselsatu

Waspada Lihat Gerhana Matahari Cincin, Ini Bahayanya

Asrul
Asrul

Rabu, 25 Desember 2019 13:32

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sebagian wilayah di Indonesia bakal mendapati fenomena gerhana matahari cincin maupun sebagian pada Kamis (26/12/2019) besok. Salah satu daerah yang akan mendapati fenomena ini adalah Kota Makassar.

Akan tetapi, warga diimbau untuk berhati-hati menyaksikan fenomena ini. Peneliti Planetarium dan Observatorium Jakarta, Widya Sawitar menyebut ada bahaya yang mungkin timbul jika warga melihat langsung fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) maupun Sebagian dengan cara tak aman.

Menurut Widya, warga sebaiknya tak menatap gerhana terlalu lama. Selain itu, masyarakat juga harus menggunakan filter optik yang dirancang khusus untuk mengamati GMC.

Baca Juga : Warga Barru Gelar Salat Gerhana Matahari di Masjid Agung

“Jangan sekali-kali melihat fenomena Gerhana Matahari terlalu lama secara langsung, berbahaya bagi mata. Apalagi dengan peranti optis seperti binokuler atau teleskop tanpa filter khusus,” tulis Widya pada artikel “Menyambut Gerhana Matahari 26 Desember 2019” di laman resmi Planetarium Jakarta.

“Sebab, dapat membuat kesehatan mata secara serius bahkan pada taraf tertentu dapat menyebabkan kebutaan.”

Dr. B. Ralph Chou, Presiden dari Royal Astronomical Society di Kanada dan mantan optometri pun menyatakan hal serupa. Optometri adalah profesi yang menangani kesehatan mata.

Risiko kesehatan mata memang bisa terjadi tergantung dari berapa sering dan berapa lama mereka menatap gerhana. Menatap langsung gerhana tanpa filter bisa membakar retina dan merusak bagian penglihatan ini. Fenomena ini dikenal sebagai kebutaan gerhana. Hal ini bisa membuat gangguan penglihatan sementara atau permanen.

Menurutnya tidak ada tanda-tanda langsung atau rasa sakit ketika retina mata rusak. Karena retina mata tak punya syaraf rasa sakit. Menurut Chou, efek kerusakan retina setelah melihat gerhana baru terasa setelah 12 jam. Terutama ketika seseorang baru bangun dari tidur dan merasa penglihatannya terganggu.

“Mereka tak bisa melihat wajah mereka di cermin, mereka tidak bisa membaca dengan jelas, mereka kesulitan melihat penanda alan, dan pandangan mereka kerap kabur,” jelasnya, seperti dikutip Time.

Gangguan pandangan ini bisa berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Pada kasus yang terburuk, korban bisa mengalami kebutaan.

Bagi masyarakat yang ingin melihat fenomena Gerhana Matahari Sebagian di Planetarium Jakarta, Widya dan tim telah menyiapkan 57.000 kacamata khusus yang disematkan sebuah filter agar tidak terkena paparan cahaya matahari secara langsung.

Planetarium Jakarta pun menyediakan 10 buah teleskop yang juga dilengkapi filter cahaya Matahari.

gerhana Matahari Cincin merupakan gerhana yang terjadi ketika bayangan bulan hanya menutupi bagian tengah Matahari. Sehingga menyisakan bentuk cincin api di sekeliling bayangan bulan, sementara pada Gerhana Matahari Total, Matahari tertutup total oleh bayangan Bulan.

Sedangkan Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bulan berada tidak tepat di tengah-tengah garis antara Matahari dan Bumi, sehingga hanya menutupi sebagian Matahari.

Fenomena GMC dapat diamati di Sumatera Utara (Simbolga dan Padang Sidempuan), Riau (Siak, Duri, Pulau Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, dan Pulau Rangsang), Kepulauan Riau (Batam dan Tanjung Pinang).

(Kalimantan Barat (Singkawang), Kalimantan Utara (Tanjung Selor) dan Kalimantan Timur (Makulit dan Berau).

Sementara Gerhana Matahari Sebagian dapat dinikmati masyarakat yang tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang & Bekasi (Jabodetabek).

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News30 Oktober 2026 15:26
PLN dan Kejati Sultra Perkuat Sinergi Pembangunan Kelistrikan
PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara untuk mendukung kepastian hukum dalam pembangunan infrastruk...
News30 Oktober 2026 14:38
Hadapi El Nino, LAZ Hadji Kalla Bantu Petani Kembangkan Usaha Alternatif
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla mendorong petani di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengembangkan sumber penghasilan alternatif untuk ...
Metropolitan30 Oktober 2026 14:30
Petugas Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla di Toraja Utara
SULSELSATU.com, TORAJA – Seorang petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Toraja Utara, Padayya (45) meninggal dunia. Ia menge...
Sulsel30 Oktober 2026 14:23
Gaji ASN Parepare Terancam Molor
SULSELSATU.com, PAREPARE – Kabar buruk meninmpa Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Parepare. Gaji dan Tambahan Penghasilan Pega...