SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kasus perkelahian dua kelompok di Dusun Bontomanai, Desa Bulusuka, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Rabu (1/1/2020), dini hari mengakibatkan 3 pria terluka terkena senjata tajam.
Korban luka yakni Sanggu (50), Sodding (49) dan Sumarlin (43). Ketiga korban masing-masing warga Dusun Bontomanai.
Peristiwa ini bermula saat sekelompok orang merayakan malam pergantian tahun dan membakar kembang api di salah satu rumah warga bernama Baharuddin.
“Mereka sudah ditegur untuk tidak menyalakan kembang api karena ada anak kecil dan orang tua yang lagi sakit,” kata Pjs Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul, Rabu (1/1/2020) malam.
Teguran itu tidak dihiraukan, mereka tetap menyalakan kembang api di atas bukit dekat rumah Baharuddin.
Namun saat akan kembali ke rumah Baharuddin usai menyalakan kembang api, sekelompok pemuda itu dihadang oleh dua orang warga bernama Ramang Dg Lallo dan Samaila Dg Gassing hingga terjadi pertengkaran mulut berujung perkelahian.
Akibat perkelahian itu, beberapa orang mengalami luka tusuk dan sabetan parang di beberapa bagian tubuhnya dan sedikitnya 2 buah rumah rusak ringan.
“Tiga korban saat ini menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda, namun belum diketahui pasti korban siapa dirawat di mana,” kata Syahrul.
Kasus penganiayaan kata Syahrul ini diduga karena pelaku Ramang bersama Samaila merasa terganggu dengan suara kembang api hingga terjadi perkelahian.
“Kami sudah mengimbau kepada kedua pihak yang bertikai agar permasalahan tersebut tidak berkembang dan menyerahkan penanganannya kepada kami,” ujarnya.
Sampai saat ini polisi masih mendalami peristiwa tersebut untuk mengungkap fakta kejadian serta mengurai fakta-fakta untuk menentukan pelaku serta pengembangan untuk proses hukum selanjutnya.
Penulis: Dedi
Editor: Kink Kusuma Rein
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar