Banjir Bandang Rendam Enam Kecamatan di Lebak, Sembilan Jembatan Hanyut

images-ads-post

LEBAK – Intensitas hujan lebat di Lebak, Banten selama beberapa hari membuat enam kecamatan di daerah ini terendam. Sembilan jembatan dilaporkan hanyut terseret air.

Enam kecamatan yang jadi ‘danau’ tersebut masing-masing Kecamatan Cipanas, Lebakgedong, Sajira, Curugbitung, Maja dan Cimarga.

“Enam wilayah kecamatan karena satu hamparan terendam banjir. Kami aparat pemerintah kaget kondisi di TKP, kita antisipasi banjir biasa, yang hadir hujan intensitas besar. (Kemarin) sebagian besar wilayah Kabupaten Lebak dilanda hujan intensitas ringan, sedang dan lebat,” kata Kepala BPBD Lebak Kaprawi, seperti dikutip dari Vivanews, Kamis (2/1/2020).

Berdasarkan data sementara yang dimiliki oleh BPBD Lebak, tercatat sembilan jembatan rusak karena terbawa arus, tujuh jembatan gantung dan dua jembatan permanen yang sudah tidak bisa dilewati.

“11 rumah rusak berat dan 669 terendam. Total jembatan sembilan jembatan terbawa harus, tujuh jembatan gantung, dua permanen,” lanjut Kaprawi.

Untuk korban jiwa, Kaprawi mengatakan, pihak BPBD masih berdasarkan informasi dari warga sekitar. BPBD bersama tim gabungan lainnya akan terus memperbarui jumlah korban jiwa hari ini.

Kaprawi mengimbau masyarakat agar terus berhati-hati terhadap bencana banjir dan longsor susulan. Guna menghindari korban luka maupun jiwa.

“Korban jiwa dari Kecamatan Lebakgedong lima orang meninggal, tiga dievakuasi dua masih hilang. Masyarakat masih melakukan pencarian, pihak Basarnas, BPBD TNI Polri juga cari, arus deras, kami sampaikan yang harus diantisipasi banjir susulan,” jelasnya

Sebelumnya, sekitar 2.000 kepala keluarga (KK) menjadi korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten. Mereka mengungsi di lapangan futsal dan balai desa. Pihak kepolisian bersama Basarnas, BPBD, TNI dan pemerintah daerah juga telah mendirikan beberapa dapur umum dilokasi bencana.

Editor: Hendra Wijaya