iklan Kareba Parlementa

APPI: Perusahaan Leasing Tetap Bisa Tarik Barang Secara Sepihak

Iklan Humas SulSel

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penarikan barang kredit macet secara sepihak. Menurut dia, putusan MK itu tidak serta merta membatasi pergerakan leasing.

Menurut Suwandi, putusan Sidang Pengucapan Putusan Nomor 18/PUU-XVII/2019 dalam perkara pengujian Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UUJF) hanya memperjelas tata cara penarikan barang kredit.

Iklan Humas SulSel

“Eksekusi itu tetap boleh meski ada tapinya,” kata Suwandi, seperti dilansir CNNIndonesia, Selasa (14/1/2020).

Diketahui aturan yang dipersoalkan sehingga harus berproses di MK yakni Pasal 15 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) yang dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (1), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 28H ayat (4).

Iklan Anir - Lutfi

MK menyatakan tata cara penarikan barang kredit bermasalah oleh leasing tidak ada selama ini. Atas hal itu kerap muncul pemaksaan atau kekerasan dari debt collector atau pihak yang mengaku mendapat kuasa dari leasing untuk menagih pembayaran.

“Jika terjadi cedera janji atau wanprestasi, eksekusi jaminan fidusia tidak boleh dilakukan sendiri oleh penerima fidusia [kreditur], melainkan harus dengan mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri,” tulis MK.

Suwandi mengatakan leasing tetap bisa melakukan eksekusi sendiri dengan memberi mandat kepada penagih hutang jika penunggak benar-benar dinyatakan gagal bayar atau wanprestasi. Selain itu bisa juga dilakukan jika nasabah penunggak terbukti cedera janji.

Menurut dia bila dua poin tersebut terpenuhi, tidak mungkin penunggak menolak kendaraannya ditarik secara sukarela. Oleh sebab itu eksekusi bisa dilakukan secara sendiri, tanpa pengadilan.

“Saat kredit kendaraan itu ada juga tandatangan jaminan fidusia. Maksudnya berjanji kalau nanti gagal bayar, bangkrut, itu tidak bisa bayar wanprestasi. Terus dikunjungi tapi tidak bayar juga, namanya cedera janji, kalau sudah gitu masa iya tidak mau sukarela menyerahkan,” ungkapnya.

Suwandi mengatakan eksekusi tidak bisa dilakukan jika ada ketidaksepahaman antara leasing dan penunggak cicilan.

Dia mencontohkan terdapat nasabah yang disebut belum membayar, tapi fakta di lapangan sudah melunasi tunggakan lewat penagih hutang. Ia mengatakan berarti itu ada masalah pada internal leasing.

“Berarti itu tidak terlambat, misal duit ditilep sama kolektor. Kalau itu terjadi itu tidak bisa dieksekusi, nah itu harus lewat penetapan pengadilan. Penetapan, bukan keputusan pengadilan,” ucapnya.

“Jadi yang dimaksud MK itu yang ke pengadilan adalah orang yang secara berkeadilan mereka tidak wanprestasi dan cedera janji,” katanya lagi.

Mengutip situs resmi MK terkait putusan tersebut, jika penunggak telah mengakui adanya cedera janji dan dengan sukarela menyerahkan benda yang menjadi objek dalam perjanjian fidusianya, leasing punya kewenangan penuh melakukan eksekusi sendiri.

Tetapi jika penunggak tidak mengakui cedera janji dan keberatan untuk menyerahkan secara sukarela benda yang menjadi objek dalam perjanjian fidusia, maka leasing tidak boleh melakukan eksekusi sendiri.

Buat menyelesaikan hal itu, leasing harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri sehingga hak konstitusional (penunggak) debitur dan kreditur (leasing) terlindungi secara seimbang

Editor: Awang Darmawan

Iklan PDAM
...

Populer

6 Kerajaan Tertua di Indonesia

SULSELSATU.com - Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak kerajaan pada jaman dahulu. Kerajaan-kerajaan tersebut pernah jaya pada masanya dan kini kita hanya bisa...

Artikel Lainnya

Nekat Melarikan Diri, Pelaku Curat di Sinjai Tersungkur Diterjang Timah Panas

SULSELSATU.com, SINJAI - Satuan Reskrim Polres Sinjai mengamankan terduga pelaku pencurian...

Jerman-Makassar Jajaki Kerjasama Waste Insinerator

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Deputy Head of Mission Director General for Economics...

Polisi Limpahkan Berkas Kasus Nunung ke Kejaksaan

SULSELSATU.com, JAKARTA - Berkas perkara tahap pertama kasus penyalahgunaan narkoba jenis...

Adnan Buka Turnamen Futsal Purna Praja Bupati Gowa Cup

SULSELSATU.com, GOWA - Turnamen Futsal Bupati Gowa Cup III yang dilaksanakan...

Orang Terkaya Indonesia Ajak Pengusaha Bantu Korban Gempa Palu

SULSELSATU.com, JAKARTA - Salah satu orang terkaya di Indonesia Prof Dato...

Terkini

Protokol Kesehatan di Hotel, Makan Prasmanan Diganti Nasi Kotak

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sikap tegas Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah dalam...

Menuju Kemenangan, Tokoh Perempuan Segeri Nyatakan Dukungan Anir-Lutfi

SULSELSATU.com, PANGKEP - Dukungan terus mengalir pasangan Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi)...

Fatma Banjir Simpati dan Pujian Usai Dilecehkan Secara Verbal

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Calon wakil wali kota Makassar, Fatmawati Rusdi merespons...

Makin Massif, Pengalihan Pilihan ke Appi-Rahman, Pengamat: Warga Memilih yang Tepat untuk Dipilih

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Minus dua pekan pencoblosan calon walikota dan wakil...

Kementerian Kelautan dan Perikanan Luncurkan Sistem Resi Gudang Sebagai Hak Jaminan Nelayan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kementerian kelautan dan perikanan (KKP) melalui Badan Layanan...