SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ribuan hektare tanaman jagung milik petani di 8 kecamatan di Kabupaten Jeneponto diserang ulat grayak. Hama ulat grayak ini menyerang tanaman jagung petani sejak tiga pekan terakhir.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jeneponto, Bambang mengatakan, ada sekitar 1.125 hektare lahan jagung milik petani yang diserang hama ulat grayak ini. Hama ini ditemukan di Kecamatan Bangkala Barat, Bangkala, Bontoramba, Turatea, Batang, Tarowang, Kelara dan Rumbia.
“Estimasi kita ada 1.125 hektar tanaman jagung yang diserang hama ulat grayak,” ujarnya, Rabu (15/1/2020).
Baca Juga : Pemkab Jeneponto Percepat Dgitalisasi Pelayanan Publik dengan Optimalisasi QRIS Bank Sulselbar
Untuk mengantisipasi penyebarang hama ulat grayak semakin meluas, Bambang mengaku telah berupaya melakukan sejumlah upaya pencegahan. Sebab, jika tidak maka akan semakin banyak tanaman jagung yang terancam gagal panen.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyemprotkan pestisida ke lahan yang terserang hama.
“Sudah kita lakukan penyemprotan petisida baik istisida alami maupun kimia,” katanya.
Baca Juga : Anggaran Tak Kunjung Cair, RSUD Lanto Dg Pasewang Tunggak Utang Obat Rp3 Miliar Lebih
Hanya saja, Bambang mengaku terkendala stok racun pestisida di Dinas Pertanian Jeneponto.
“Jadi kami harapkan ke Dinas Ketahanan Pangan Sulsel dan Kementerian Pertanian agar dapat memberikan bantuan racun petisida, karena stok kita terbatas,” tambahnya.
Penulis: Dedi
Editor: Awang Darmawan
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar