SULSELSATU.com, JENEPONTO – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Jeneponto.
Wakapolres Jeneponto Kompol Marikar, mengungkapkan pihaknya akan memaksimalkan pengamanan. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya joki.
“Terkait dengan pengamanan seleksi CPNS Kabupaten Jeneponto, harus dimaksimalkan. Jangan sampai terjadi seperti pada pelaksanaan CPNS di Kabupaten Gowa, ditemukan adanya Joki,” kata Kompol Marikar, Selasa (11/2/2020).
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan menurunkan Polisi wanita untuk mengamankan seleksi CPNS yang didomimasi oleh peserta perempuan.
“Kami akan memaksimalkan Polwan untuk mengamankan seleksi CPNS karena peserta didominasi oleh perempuan,” ungkapnya.
Sementara, dari hasil pantauan media ini terlihat pihak kepolisian dan Satpol PP tengah menjaga pintu masuk tempat berlangsungnya tes SKD.
Ujian dengan sistem bantuan komputer (CAT) ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Informasi yang dihimpun Sulselsatu.com, sebanyak 12 orang calon CPNS terlambat. Sesuai jadwal yang ditentukan itu dinyatakan gugur dengan sendirinya. Ke 12 orang ini, 2 diantaranya tidak membawa KTP.
“Yang terlambat tidak ada toleransi. Untuk Pelaksanaan tes mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 18.00 wita,” ujar Kepala BPKSDM Jeneponto, Muhammad Basir.
Pada tes seleksi penerimaan CPNS ini rencana berlangsung mulai tanggal 11 sampai 16 Februari 2020 mendatang.
Untuk diketahui, jumlah peserta ujian CPNS sebanyak 5.588 orang dari 167 formasi yang tersedia, baik untuk posisi guru, teknisi dan kesehatan.
Penulis: Dedi
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar