Logo Sulselsatu

Erdogan Tolak Pengunduran Diri Mendagri Turki

Asrul
Asrul

Senin, 13 April 2020 11:35

Presiden Recep Tayyip Erdogan (int)
Presiden Recep Tayyip Erdogan (int)

ANKARA – Presiden Recep Tayyip Erdogan menolak pengunduran diri Menteri Kesehatan Turki, Suleyman Soylu.

Suleyman menyatakan mengundurkan diri pasca-kekacauan kebijakan karantina wilayah atau lockdown sebagai dampak coronavirus diasse alias Covid-19.

Diketahui, Pemerintah Turki memutuskan untuk melakukan karantina wilayah atau lockdown seluruh negeri selama 48 jam untuk menangkal penyebaran Covid-19 pada Jumat (10/4/2020).

Baca Juga : VIDEO: Pendistribusian Bantuan Indonesia untuk Korban Gempa di Turki dan Suriah

Namun, pengumumannya mendadak. Pengumuman baru dilakukan 2 jam sebelum pemberlakuan kebijakan lockdown. Imbasnya, terjadi kepanikan dan kekacauan massal di seluruh negeri, seperti belanja panik (panic buying) berbagai kebutuhan.

Kerumunan dan antrean terjadi dimana-mana. Aturan jarak sosial atau social distancing demi menghindari penularan corona pun terabaikan.

Suleyman kemudian mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu (12/4/2020) usai menuai kritik keras dari oposisi dan warga di media sosial atas kebijakannya.

Baca Juga : VIDEO: Pria Asal Turki Nikahi Gadis Asal Bone

“Semoga negara saya, yang tidak pernah ingin saya sakiti, dan presiden kami, yang kepadanya saya akan setia sepanjang hidup saya, memaafkan saya,” kata Soylu, dalam pernyataan pengunduran dirinya, dikutip dari AFP.

Menteri berusia 50 tahun itu pun mengaku “bertanggung jawab sepenuhnya atas penerapan kebijakan (karantina) ini”. Ia pun menambahkan bahwa hal itu dilakukan “dengan itikad baik”.

Padahal sebelumnya Suleyman, saat merespons kekacayan akibat pengumuman hari Jumat itu, mengatakan kebijakan lokcdown ini merupakan “instruksi” dari Presiden Erdogan.

Baca Juga : Diguncang Gempa, Jokowi Sampaikan Belasungkawa ke Turki

Beberapa saat setelah pengumuman Suleyman itu, Erdogan menyatakan menolak pengunduran diri itu.

“Dia akan terus menjalankan fungsinya,” ujar dia.

Kemenkes Turki sendiri menyebut hampir 57.000 orang terinfeksi virus corona dengan 1.200 orang di antaranya meninggal.

Baca Juga : UNM Perpanjang Masa Lockdown hingga 11 Maret

Soylu menjabat Mendagri sejak 2016, atau sebulan sejak kudeta yang gagal menggulingkan Erdogan. Ia disebut ikut mengawasi pembersihan pasca-kudeta, termasuk upaya penangkapan ribuan warga, jurnalis, dan tokoh oposisi Kurdi.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...