Logo Sulselsatu

Nurdin Abdullah Minta Aparat Desa di Takalar Perhatikan Orang Asing di Wilayahnya

Asrul
Asrul

Jumat, 24 April 2020 09:50

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, TAKALAR – Bupati Takalar, Syamsari Kitta, menjadikan desa sebagai pusat pencegahan virus corona atau Covid-19. Menurut dia, pemerintah desa sangat tepat untuk melakukan screening semua orang yang masuk dan keluar di wilayahnya.

“Kami menjadikan desa sebagai basis utama untuk memantau orang keluar masuk di desa,” kata Syamsari Kitta, di Takalar, Kamis (22/4/2020) malam.

Adapun langkah-langkah yang pihaknya lakukan untuk melawan Covid-19 ini yakni menyiapkan ruangan isolasi di Rumah Sakit Takalar, serta menyediakan makanan dan gizi yang baik bagi Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

Baca Juga : Bongkar Muat di Bahu Jalan Poros Mangadu Berulang, Warga Pertanyakan Penegakan Aturan

“Alhamdulillah kami sudah mempersiapkan rumah sakit untuk isolasi. Kami sudah mencoba lakukan isolasi mandiri, tapi tetap dikembalikan ke rumah sakit,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syamsari Kitta menjelaskan, untuk menindaklanjuti intruksi dari Menteri Agama mengenai beribadah di rumah, sudah disampaikan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kami sudah menyampaikan agar aktivitas beribadah dipindahkan ke rumah saja. Kebetulan sudah ada juga Ketua MUI Takalar yang hadir malam ini Pak Gubernur,” kata Syamsari Kitta.

Baca Juga : Beredar Dugaan Permintaan Dana ke Desa, Camat Sanrobone: Tidak Pernah Meminta

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, menyampaikan terimakasih kepada bupati dan wakil bupati dan seluruh Forkopimda yang telah bekerja keras menjaga masyarakat dan wilayahnya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada bupati dan wakil bupati yang telah bekerja keras untuk menjaga wilayah kita. Kita harus fokus mengurus orang yang masih dalam perawatan agar segera sehat,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh pemerintah baik di tingkat RT, RW, Desa sampai Kecamatan agar betul-betul melakukan screening terhadap orang keluar masuk di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga : Arsyad DS: Perdamaian Tidak Menghapus Dugaan Pidana dalam Kasus Dua Bocah Tewas di Proyek Sekolah Rakyat

“Siapapun orang asing masuk di wilayah kita, harus diketahui dari mana, mau kemana, berapa lama, untuk apa datang di wilayah kita. Makanya kita perlu melakukan screening,” tutupnya.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....