Logo Sulselsatu

Kuartal I 2020, Daya Beli Masyarakat Jeblok

Asrul
Asrul

Selasa, 05 Mei 2020 17:41

Ilustrasi (Int)
Ilustrasi (Int)

JAKARTA – Konsumsi rumah tangga terjun bebas ke posisi 2,48% pada kuartal I 2020. Agka ini turun signifikan dibanding periode yang sama pada 2019 yang mencapai 5,02%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi nasional sebagian besar masih ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi alias PMTB.

“Perekonomian Indonesia dari pengeluaran didominasi konsumsi rumah tangga dan PMTB. Sehingga, menjaga daya beli konsumsi rumah tangga jadi sesuatu penting, karena itu pemerintah berusaha keras untuk mengendalikan inflasi,” kata Suhariyanto dalam paparannya via video conference, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Data Statistik, Pemkab Gowa Perkuat Kolaborasi Dengan BPS

Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2,97% di kuartal I-2020. Berdasarkan kelompok pengeluaran, sekitar 56% dikontribusikan dari konsumsi rumah tangga, sekitar 32% dari investasi atau PMTB, lalu 18% dari ekspor, sekitar 6% berasal dari konsumsi pemerintah, dan 1,36% dari konsumsi LNPRT, dan seluruhnya dikurangi oleh impor yang minus sekitar 18%.

Jika dilihat dari kuartal per kuartal (q-to-q), seluruh komponen pengeluaran negatif. Di mana, konsumsi rumah tangga berada di level -1,97%, konsumsi LNPRT pun -2,10%, konsumsi pemerintah -44,02%, investasi -7,89%, ekspor -6,37%, dan impor -11,89%.

Sedangkan dilihat dari tahun ke tahun (YoY) alias perbandingan kuartal I-2020 dengan kuartal I-2019, konsumsi rumah tangga berada di level 2,84% atau turun drastis dari 5,02%. Untuk investasi tumbuh melambat di 1,70% dari sebelumnya 5,03%. Sedangkan ekspor masih tumbuh 0,24% dari sebelumnya negatif -1,58%, konsumsi pemerintah berada di angka 3,74% dari sebelumnya 5,22%. Untuk konsumsi LNPRT minus -4,91% dari yang tadinya tumbuh 16,96%.

Baca Juga : Bupati Gowa Instruksikan Camat Hingga Lurah Bantu BPS Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi Secara Jujur

“Konsumsi rumah tangga melambat cukup dalam, pada kuartal I-2019 masih 5,02%. Porsi konsumsi rumah tangga sangat besar sehingga menggeret ke bawah,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebut, beberapa barang konsumsi >yang masih tumbuh adalah perlengkapan rumah tangga dan konsumsi perumahan lainnya.

“Kemudian yang tumbuh melambat adalah makanan-minuman serta restoran dan hotel, ini karena PSBB dan imbauan untuk mengurangi kegiatan di luar. Ada beberapa komponen yang terkontraksi yaitu pakaian, alas kaki, dan jasa perawatan sera informasi dan komunikasi,” tambahnya.

Baca Juga : BPS: Ekspor dan Impor Sulsel Alami Penurunan

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga05 Oktober 2026 05:50
Superco Superteam Juara, Taklukkan SSB Banjar Nusantara Kaltim 1-0
Tim Superco Superteam keluar sebagai juara Superco Superfest 2026 setelah mengalahkan SSB Banjar Nusantara asal Kalimantan Timur dengan skor 1-0 pada ...
Ekonomi04 Oktober 2026 19:36
Tingkatkan Peran Anak Muda, OJK Sulselbar Siapkan Duta Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) menyiapkan generasi muda sebagai penggerak literasi dan inklusi ke...
Olahraga04 Oktober 2026 18:24
Khong Guan Perluas Pembinaan Pemain Sepak Bola Usia Dini ke Indonesia Timur
Khong Guan melalui program Khong Guan Superco Supercamp Superfest 2026 memperluas pembinaan talenta sepak bola usia dini hingga Indonesia Timur....
News04 Oktober 2026 17:44
Kalla Beton Suplai Ready Mix Pembangunan Masjid di Sepaku
Kalla Beton mendukung pembangunan Masjid Miftahul Firdaus di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, me...