Logo Sulselsatu

Ekonom Sebut Dampak Ekonomi Corona Lebih Ngeri dari Krisis 98

Asrul
Asrul

Jumat, 08 Mei 2020 17:21

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

JAKARTA – Ekonomi Indonesia dihantam pandemik coronavirus disease (Covid-19). Bahkan, dampaknya diklaim lebih ngeri dibanding krisis 1998.

Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri menjelaskan bahwa pandemi virus corona ini berbeda dengan krisis 1997-1998. Saat itu perusahaan-perusahaan besar memang dibuat babak-belur oleh krisis, tapi Indonesia tertolong oleh sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Begitu pula untuk krisis 2008, yang masih bisa diredam oleh pemerintah dengan mendorong konsumsi dalam negeri. Sebab kejadian saat itu lebih bersifat eksternal.

“Tapi kalau Covid-19, ditambah dengan social distancing, itu semua kena, yang besar, yang kecil, lokal, eksternal, kena, karena aktivitas ekonomi yang nggak boleh berjalan. Itu yang membuat ini menjadi jauh lebih parah dibandingkan dengan situasi sebelumnya,” kata dia dalam diskusi virtual yang tayang di YouTube, Jumat (8/5/2020).

Menurutnya pandemi Covid-19 sangat rumit. Sebab merebaknya virus orona membuat aktivitas produksi terpukul sehingga menyebabkan supply shock. Dampak selanjutnya orang-orang akan kehilangan pendapatan dan pekerjaan sehingga menyebabkan demand shock.

Satu hal lagi yang tidak terjadi pada krisis sebelumnya tapi terjadi saat pandemi Covid-19 adalah social distancing atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Chatib melanjutkan, kunci dari sebuah aktivitas ekonomi adalah terjadinya transaksi atau adanya pasar. Pasar itu terdefinisi sebagai tempat bertemunya orang untuk mempertukarkan barang dan jasa. Namun karena adanya pembatasan sosial, orang-orang tidak boleh bertemu.

“Jadi bisa dibayangkan hal yang paling esensial dari aktivitas ekonomi itu dilarang. Nah kalau itu dilakukan dan itu memang sudah dilakukan untuk alasan yang benar, untuk mengatasi supaya pandeminya tidak menular maka yang terjadi adalah aktivitas ekonominya berhenti,” ujarnya.

Belum lagi tidak ada jaminan bahwa orang yang sembuh dari virus corona tidak akan tertular lagi. Artinya masih dimungkinkan terjadi penyebaran Corona gelombang kedua.

Bahkan pasca berakhirnya pandemi virus corona, yang menurutnya tidak bisa diprediksi, seluruh aktivitas ekonomi belum tentu kembali normal begitu saja.

“Nah kalau misalnya proses traumanya berjalan agak panjang maka proses recoverynya nggak segampang yang dibayangkan orang. Ini sesuatu yang kita bisa bayangkan,” jelasnya.

Belum lagi perusahaan yang sudah terlanjur mem-PHK karyawan karena pandemi Covid-19, ketika perekonomian mulai pulih mereka pun harus merekrut lagi tenaga kerja yang mana itu membutuhkan waktu. Kompleksitas tersebut membuat dampak corona ke perekonomian sulit diprediksi.

“Jadi ini yang saya bilang, makanya prosesnya itu menjadi sangat sulit di dalam membuat prediksi,” tambahnya.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik04 Mei 2026 06:35
Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi
SULSELSATU.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Ra...
News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...
Sulsel03 Mei 2026 20:21
Tasming Hamid Optimistis CFN dan CFD Dongkrak Ekonomi Lokal di Kawasan Mattirotasi Baru
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali menjadi magnet bagi...
Pendidikan03 Mei 2026 20:05
Ramli Rahim Apresiasi Pelaksanaan Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) telah berakhir. Mubes 2026 ditutup dalam su...