Logo Sulselsatu

Ini Pesan RSA Terkait Salat Berjemaah di Masjid di Tengah Pandemi Covid-19

Asrul
Asrul

Rabu, 13 Mei 2020 23:50

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PAREPARE – Wakil Ketua DPRD Kota Parepare, Rahmat Sjamsu Alam (RSA), menjelaskan terkait polemik salat berjemaah di tengah pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19, khususnya daerah yang berstatus zona merah.

Menurut Legislator Partai Demokrat yang akrab disapa Ato itu, polemik ini muncul karena masyarakat tidak fokus pada subtansi dasar hukum dengan adanya aturan sebagai imbauan untuk sementara waktu tidak melaksanakan shalat berjemaah di masjid dan menggantikannya di rumah.

“Mestinya Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 dapat menjadi rujukan bersama dalam menghadapi pandemi covid-19 seperti saat ini. Pada poin 4 disebutkan, jika kawasan itu tidak terkendali maka umat islam untuk sementara tidak melaksanakan shalat berjemaah di masjid dan digantikan di rumah. Selanjutnya, apabila dalam kawasan itu sudah kembali normal maka kegiatan ibadah di masjid dapat kembali dilaksankan,” jelas Ato.

Baca Juga : VIDEO: Kebakaran Lahan Kosong di Belakang Kantor Dispora Parepare

Fatwa MUI, lanjut Ato, telah memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk menentukan apakah wilayahnya terkendali atau tidak. Hal ini juga yang menjadi dasar Kementerian Agama Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran yang diikuti Gubernur dan Bupati atau Walikota.

“Kita juga mesti memahami bahwa yang namanya daerah tidak terkendali itu merupakan wilayah yang berstatus zona merah atau memiliki penderita positif Covid-19 yang merupakan warga lokal. Hal ini juga menjadi landasan bahwa setiap daerah berstatus zona merah wajib mengikuti poin 4 dalam Fatwa MUI dan dipertegas pada poin 6 yang menyebutkan bahwa apabila pemerintah sudah menetapkan dan menjadikan pedoman penanganan Covid-19, maka umat Islam wajib mentaati,” tandasnya.

Dia menegaskan, apabila di suatu kawasan ada satu orang lokal atau lebih terpapar virus corona dan dikhawatirkan penyebarannya cukup tinggi maka secara otomatis kawasan itu masuk zona merah.

Baca Juga : Tiba di Parepare, Pj Gubernur Sulsel Tebar Benih Udang Vaname dan Tanam Pisang Cavendish

“Hal ini juga menjadi pertimbangan kepala daerah mengeluarkan SK penetapan status darurat di wilayahnya. Harapan saya agar kebijakan ini dapat kita ikuti bersama,” harapnya.

Penulis: Andi Fardi
Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik04 Mei 2026 06:35
Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi
SULSELSATU.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Ra...
News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...
Sulsel03 Mei 2026 20:21
Tasming Hamid Optimistis CFN dan CFD Dongkrak Ekonomi Lokal di Kawasan Mattirotasi Baru
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali menjadi magnet bagi...
Pendidikan03 Mei 2026 20:05
Ramli Rahim Apresiasi Pelaksanaan Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) telah berakhir. Mubes 2026 ditutup dalam su...