iklan Kareba Parlementa

Polisi Malaysia Geledah Stasiun TV Al Jazeera karena Dokumenter Sorotan

Iklan Humas SulSel

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia dikabarkan murka setelah stasiun televisi Al Jazeera menayangkan dokumenter berjudul Locked Up in Malaysia’s Lockdown. Siaran ini tentang penanganan Negeri Jiran terhadap para pendatang yang tidak mempunyai dokumen lengkap.

Kepolisian Diraja Malaysia (DPRM) telah mekakukan penggeledahan di biro Al Jazeera. Seperti dilansir Associated Press, Rabu (5/8/2020), Al Jazeera menyatakan dalam penggeledahan itu anggota PDRM menyita dua komputer.

Mereka melayangkan protes terhadap penggeledahan itu yang dinilai mengganggu kebebasan pers, dan meminta pemerintah Negeri Jiran menghentikan penyelidikan.

Selain Al Jazeera, anggota PDRM juga menggeledah kantor stasiun televisi Astro dan Unifitv. Sebab keduanya juga menyiarkan tayangan dokumenter yang diproduksi Al Jazeera.

Menurut pejabat PDRM yang memimpin penyelidikan, Huzir Muhamad, proses investigasi itu dilakukan secara gabungan dengan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia. Dia mengatakan seluruh barang bukti yang disita akan dianalisis oleh penyidik.

Huzir mengatakan penyidik juga akan meminta keterangan dari sejumlah saksi. “Tidak ada siapapun yang bisa lolos jika mereka melanggar hukum,” kata Huzir.

Penyelidikan itu dilakukan oleh PDRM sejak Juli lalu. Pemerintah Malaysia menuduh dokumenter itu bias dan tidak akurat. PDRM lantas memeriksa tujuh staf Al Jazeera karena dugaan melakukan pencemaran nama baik dan menghasut, serta melanggar Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia.

Kantor pusat Al Jazeera di Qatar mengecam langkah Malaysia menggeledah kantor biro mereka. “Dengan menggeledah kantor biro kami dan menyita komputer memperlihatkan pemerintah setempat mencoba membungkam kebebasan pers dan, siap melakukan intimidasi terhadap jurnalis,” kata Manajer Al Jazeera English, Giles Trendle.

“Al Jazeera selalu mendukung jurnalis kami dan tetap mendukung hasil reportase. Staf kami sudah melaksanakan tugas mereka dan mereka tidak perlu meminta maaf. Jurnalisme bukan kejahatan,” kata Trendle.

Dokumenter itu menyoroti nasib para pendatang gelap di tengah pandemi virus corona di Malaysia. Dilaporkan ada lebih dari 2.000 pekerja migran yang ditangkap dalam razia di Kuala Lumpur, yang menerapkan lockdown akibat pandemi Covid-19.

Kepolisian Malaysia juga menangkap seorang pekerja migran asal Bangladesh yang diwawancara dalam dokumenter itu, setelah lebih dulu mencabut izin bekerja. Mereka menyatakan akan mendeportasi lelaki itu karena mengkritik kebijakan pemerintah Malaysia terkait penanganan imigran tanpa dokumen.

Polisi Malaysia juga memeriksa seorang jurnalis dari surat kabar South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong, usai membuat reportase tentang penangkapan imigran.

Pemerintah Malaysia sudah pernah menjatuhkan denda kepada stasiun televisi Astro saat menayangkan dokumenter Al Jazeera lima tahun lalu. Dokumenter itu mengulas tentang kasus pembunuhan seorang model asal Mongolia, Altantuya Shaariibu, yang diduga menjadi tokoh kunci dalam kasus korupsi pembelian kapal selam dari Prancis.

Saat itu Malaysia menyebut isi dokumenter tersebut menyerang pemerintah.

Pemerintah Malaysia yang dipimpin Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang berkuasa pada Maret lalu dinilai menerapkan kebijakan akan otoriter dan mencoba membungkam kebebasan berpendapat dan media massa.

Editor situs berita Malaysiakini juga diperkarakan ke pengadilan gara-gara memuat suara pembaca yang mengkritik lembaga peradilan setempat. Selain itu, polisi Malaysia juga memeriksa seorang aktivis usai mengunggah muatan di media sosial soal dugaan perlakuan tidak baik yang dilakukan aparat terhadap para imigran yang ditahan di pusat detensi.

Editor: Hendra Wijaya

Iklan PDAM
...

Populer

OPINI: Tantangan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Triliana s. Utina (Mahasiswa Universitas Gorontalo) Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin hari semakin meningkat menjadi...

VIDEO: Inalillahi, Pasar Tradisional Karisa Jeneponto Terbakar

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Pasar Tradisional Karisa Jeneponto di Jl. Pahlawan, Kelurahan Empoang, terbakar. Dari pantauan sulselsatu.com, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.20 Wita, Kamis malam (24/9/2020). Video...

Pasar Tradisional Karisa Jeneponto Terbakar

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Pasar Tradisional Karisa Jeneponto di Jl. Pahlawan, Kelurahan Empoang, terbakar. Dari pantauan sulselsatu.com, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.20 Wita, Kamis malam (24/9/2020). Hingga...

6 Kerajaan Tertua di Indonesia

SULSELSATU.com - Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak kerajaan pada jaman dahulu. Kerajaan-kerajaan tersebut pernah jaya pada masanya dan kini kita hanya bisa...

Bupati Jeneponto “Menangis”, Isi Pasar Karisa Tinggal Puing-Puing

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Bupati Jeneponto Iksan Iskandar yang sementara menjalani isolasi mandiri akibat positif Covid-19 di Rujab, sedih hingga meneteskan air mata saat mengetahui...

Polres Jeneponto Ungkap Motif Tewasnya Pemuda Asal Bantaeng

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Pihak kepolisian Polres Jeneponto berhasil mengungkap motif tewasnya Rendy Sacada (23) pemuda asal Jl, Raya Lanto nomor 21, Tappanjeng, Kabupaten Bantaeng...

Ujian SKB CPNS Parepare Selesai, 5 Peserta Gugur

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 Pemkot Parepare di BKN Kantor Regional IV Makassar, selesai. Selama...

7 Jurus Menghadapi Orang yang Benci Sama Kita

SULSELSATU.com, Setiap orang yang membenci kita memiliki alasannya masing-masing. Bisa jadi karena kita terlalu berlebihan, kita memiliki sikap dan sifat yang tidak disukai oleh...

Pemerintah Malaysia Ucapkan Imlek dengan Gambar Ayam Menggonggong, Ini Reaksi Warganya

SULSELSATU.com, MALAYSIA - Salah gambar pada iklan ucapan Tahun Baru Imlek...

Artikel Lainnya

Dua Warga Jeneponto Positif Covid-19, Gugus Tugas: Cluster Temboro

SULSSLSATU.com, JENEPONTO - Dua warga Jeneponto dinyatakan positif terinfeksi virus Corona,...

Observasi di Natuna Rampung, 237 WNI Akan Diserahkan ke Pemda

JAKARTA - 237 WNI 1 WNA telah menjalani proses observasi di...

PDIP Incar Posisi Menteri Pertanian dan Desa

SULSELSATU.com, JAKARTA - PDIP mengincar posisi menteri pertanian dan menteri pedesaan...

PHRI dan IHGMA Sulsel Kirim Bantuan Dana untuk Korban Tsunami Selat Sunda

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama Indonesia...

Persekusi Umat Muslim New Delhi, PA 212 Desak RI Putus Diplomatik India

JAKARTA - Ribuan orang dari Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama...

Terkini

VIDEO: Gubernur Sulsel Tinjau Pulau Lanjukang, Bakal Jadikan Percontohan Pulau Wisata

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah dan Penjabat...

VIDEO: Kecelakaan Tunggal di Kanal Batua Raya, Pemotor Tewas

SULSELSATU.com - Seorang pemotor tewas saat mengalami kecelakaan tunggal di Jalan...

40 Pelaku Usaha Homestay di Gowa Ikut Pelatihan Manajemen

SULSELSATU.com, GOWA - Sebanyak 40 pelaku usaha homestay di Kabupaten Gowa...

Dokter Fadli Edukasi Padagang Pasar Agar Jaga Kesehatan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Calon wakil Wali Kota Makassar, dokter Fadli Ananda...

VIDEO: Viral, Gerombolan Pemuda Konvoi Bawa Senjata Tajam

  SULSELSATU.com - Segerombolan pemuda di Jakarta Timur melakukan aksi konvoi dengan...