Logo Sulselsatu

Tindak Lanjuti RDP, Komisi B DPRD Makassar Sidak Pasar Bacan

Asrul
Asrul

Sabtu, 22 Agustus 2020 13:00

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi B DPRD Kota Makassar menindak lanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Bacan, Jalan Bacan, Kelurahan Kampung Melayu Baru, kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sabtu (22/8/2020).

Dari laporan warga setempat memang tata kelola pasar semrawut, saat lokasi sidak, Komisi B menemukan sejumlah lapak tambahan, sehingga jumlah lapak melebihi kapasitas yang tersedia.

Menurut keterangan Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, William Laurnt, mengatakan keadaan pasar Bacan, saat ini, memang semrawut sehingga memerlukan perhatian dari pemerintah.

“Mungkin dari Komisi B melihat bahwa keadaan pasar ini memang agak semrawut, karna yang tadinya ada batas di sebelah sana itu, sekarang full sampai di depan,” ujar William

“Kami harap pemerintah setempat memberikan kenyamanan juga bagi warga di sini. Paling tidak kita rapikan dulu supaya memang yang dianggap liat ini dibenahi,” imbuhnya.

Lebih lanjut politisi PDIP tersebut mengatakan, terkait pembahasan tata kelola teknis, nantinya bisa dibicarakan lebih lanjut.

“Teknisnya seperti apa, nanti kita bicarakan,” singkatnya.

Dengan begitu, Komisi B akan tetap bersikap tegas terhadap penataan pasar tersebut, agar semua pihak bisa merasa nyaman dan tidak ada yang dirugikan.

“Tetap Komisi B akan mempertegas. Kita kan pelayan masyarakat. Kita mau semuanya bagus tanpa mencederai yang lain, karena mereka juga mencari hidup. Cuma masing-masing harus nyaman, warga di sini nyaman, penjualnya juga nyaman,” jelas William.

Menanggapi hal ini, pengelola pasar Bacan, Daud Musali, mengatakan kondisi pasar Bacan saat ini sudah lebih baik ketimbang tahun lalu. Ia mengaku sudah membenahi pengelolaan pasar tersebut atas instruksi camat setempat.

“Itu lebih semrawut dari yang lalu. Kalau sekarang itu kita sudah merapikan sesuai instruksi dari pak camat. Kita sudah ganti meja dari meja kayu ke meja besi lipat. Hanya memang sebagian masih meja untuk jual babi itu karena babinya dia potong di sana,” kata Daud.

Lebih lanjut Daud mengatakan, penambahan meja tersebut menjadi bagian dari upaya merapikan kondisi pasar. Sebab sebelumnya kondisi lapak jauh lebih buruk ketimbang hari ini.

“Itu penambahan meja sebenarnya karena kita rapikan. Banyak pindahan dari Pasar Sentral ke sini itu waktu. dan itu 17 meja, itu pengelola yang lalu ganti meja besi,” kata.

Penulis: Resti Setiawati

Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik04 Mei 2026 06:35
Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi
SULSELSATU.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Ra...
News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...
Sulsel03 Mei 2026 20:21
Tasming Hamid Optimistis CFN dan CFD Dongkrak Ekonomi Lokal di Kawasan Mattirotasi Baru
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali menjadi magnet bagi...
Pendidikan03 Mei 2026 20:05
Ramli Rahim Apresiasi Pelaksanaan Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) telah berakhir. Mubes 2026 ditutup dalam su...