SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar memberikan respons cepat atas maraknya peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa hari terakhir.
Bahkan dalam sehari kasus kebakaran terjadi sebanyak tiga kali.
Petugas kesehatan kini disiapkan dalam meminimalisir jatuhnya korban akibat kebakaran.
Baca Juga : Makassar Terapkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Berbasis Ulang Tahun
Kepala Dinas Kesehatan Diskes Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, pihaknya telah mengutus petugas medis di lokasi kebakaran untuk memberikan layanan kesehatan.
Seperti lokasi kebakaran di Pannampu dilayani oleh petugas kesehatan Puskesmas Kaluku Badoa. Sementara Puskesmas Dahlia di pasar Senggol, dan Puskesmas layang di Jalan Bandang.
“Mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada korban kebakaran pasca-kebakaran,” kata Naisyah saat ditemui di Posko Covid-19 Kota Makassar, Kamis 27 Agustus 2020.
Baca Juga : Dinkes Makassar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Kesehatan Haji Terbaik di Sulsel
Menurut Naisyah, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas untuk terus bersiaga terhadap peristiwa kebakaran. Pasalnya, tiap musim kemarau, peristiwa kebakaran rawan terjadi.
Naisyah kemudian meminta masyarakat berhati-hati dalam beraktivitas. Hal itu untuk mengantisipasi ancaman kebakaran yang bisa saja terjadi kapanpun. “Kalau ada yang sakit akibat kebakaran dilayani oleh posko pelayanan kesehatan,” ucap Naisyah.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Hasanuddin menjelaskan, rentetan kebakaran yang terjadi diakibatkan faktor cuaca. Di mana cuaca khususnya di Kota Makassar mencapai suhu di atas 35 derajat celcius.
Baca Juga : Dinkes Makassar Terima Penghargaan Penyelenggara Kesehatan Haji Terbaik 2024
“Saya kira ini kita sudah memasuki musim kemarau. Dihimbau kepada warga untuk tetap waspada karena bahan yang mudah terbakar pada kering,” ujarnya.
Lanjut Hasanuddin, bahan yang kering tersebut bisa memicu kebakaran. Bahkan dengan percikan api kecil sekalipun. Sebisa mungkin masyarakat memisahkan bahan yang mudah terbakar dari sumber api.
Bahkan (bahan yang kering) dipicu dengan api kecil pun bisa terbakar, tetap waspada. Termasuk semua tumpukan sampah semua pada kering. Termasuk puntung rokok yang disentil itu bisa menyebabkan api yang besar,” paparnya.
Baca Juga : Dinkes Catat 2.535 Warga Kota Makassar Gunakan Layanan Home Care Dottoro’ta
“Contohnya saja ini kayak ini kebakaran alang alang yang hampir tiap hari kita padamkan,” pungkasnya.
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar