SULSELSATU.com, JENEPONTO – Sejumlah pengurus Asosiasi Pedagang Karisa mendatangi Kantor DPRD Jeneponto, Senin (28/9/2020). Mereka datang membawa sejumlah aspirasi para pedagang yang kiosnya terbakar beberapa waktu lalu.
Adapun aspirasi yang mereka bawa ke DPRD Jeneponto yakni agar adanya penyiapan lokasi para pedagang di pasar Karisa untuk melakukan aktivitas jual beli seperti semula.
“Kami minta adanya pengaturan tegas dari pengelolaan pasar Karisa, dinas perindag, UPTD dan kepala pasar untuk mengatur tempat jualan sementara,” ucap Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Karisa, Irfan Situru.
Irfan melihat, beberapa pedagang sudah mematok lahan, ada yang luas ada yang lebih dari satu, dan bahkan ada penjual baru yang bukan korban kebakaran mematok lahan untuk ditempati menjual di sekitar lahan depan Pasar Tradisional Karisa.
“Dengan melihat data-data pasar yang sesuai dan kondisi lahan yang sempit yang tidak memungkinkan dapat menampung seluruh korban kebakaran ini dapat dilihat di lokasi terminal dan sekitar pasar Karisa,” katanya.
Untuk itu, Irfan berharap kepada anggota DPRD Jeneponto sebagai wakil rakyat agar memperjuangkan aspirasi para pedagang di Pasar Karisa.
“Kami juga minta agar tidak ada pembangunan baru dan hanya renovasi perbaikan dibagian rangka dan atap seng dimana perbaikan kios, gardu. Untuk lapak diserahkan kepemiliknya untuk diperbaiki sendiri,” katanya.
Hadir menerima aspirasi mereka, Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Irmawati, Ketua Komisi 2, Hanafi Sewang dan beberapa anggota DPRD Jeneponto lainnya.
Wakil ketua DPRD Jeneponto, Irmawati mengatakan, akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan secara resmi terkait aspirasi dari Asosiasi Pedagan Pasar Karisa ini.
“Kita tetap akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perdaging untuk sementara dimana ditempatkan pasar darurat. Tapi Saya telfon langsung tadi pak Kadis dan pak Kadis mengatakan, kita akan tempatkan di terminal untuk buka lapak, jadi itu solusinya,” singkat Irmawati. (*)
Penulis: DEDI
Editor: ANDI
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar