Logo Sulselsatu

Manfaatkan Peluang, Ahmad Fachmi Geluti Usaha Jamur Tiram di Tengah Pandemi

Asrul
Asrul

Sabtu, 10 Oktober 2020 18:50

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAROS — Pandemi Virus Corona atau Covid-19 membuat sektor perekonomian lumpuh, banyak orang termotifasu lebih berpikir kreatif ditengag wabah ini, salah satunya seorang pemuda di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang kini telah berfokus untuk menjadi petani jamur tiram.

Achmad Fachmi (28), Warga Dusun Bugis, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Maros, kini mulai menggeluti bisnis budidaya jamur tiram yang ia kembangkan bersama kakenya sejak 3 bulan yang lalu.

Fachmi yang merupakan lulusan Sarjana Ekonomi di STIE Manajemen Lasharan Jaya Makassae ini awalnya hanya mencoba membudidayakan sayuran hidroponik di sekitar halaman sempit rumahnya, namun seiring waktu berjalan ia pun tertarik berbudidaya jamur tiram lantaran melihat peluang pasarnya yang merasa begitu menjanjikan.

Ia membudidayakan jamur berwarna putih dengan bentuk seperti payung di sebuah kumbung rumah jamur dihalaman rumahnya sendiri di Jalan poros Kariango, Dusun bugis, Kecamatan Mandai, Maros.

Fachmi mengatakan, memanfaatkan ruang sempit di halaman rumahnya yang berfungsi sebagai garasi itu untuk membudidayakan jamur di rak setinggi hampir dua meter dengan panjang tiga meter.

“Semenjak wabah Covid-19 ini penghasilan tak seperti biasanya, maka dari itu saya berfikir untuk memulai usaha agar ada pemasukan tambahan, seperti berkebun selada hidroponik dari limbah bekas dan sekarang Alhamdulillah saya dan kakek saya juga membudidayakan jamur tiram karena peluang pasarnya cukup bagus di daerah kami,” beber Fachmi.

Sebelum terjun ke bisnis budidaya jamur tiram Achmad Fachmi terlebih dahulu mengunjungi beberapa lokasi budidaya jamur disekitaran tempat tinggalnya hingga terbesit dibenaknya untuk belajar berwira usaha melalui bisnis jamur tiram.

“Awalnya memang belajar basic dulu sejak Juni kemarin, beberapa lokasi tempat budidaya jamur saya kunjungi, banyak ilmu yang berhasil saya dapat dari petani jamur ditempat saya belajar, terus baru benar-benar mulai jalan budidaya di bulan Juli. Nekat saja karena saya yakin bisnis ini bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi saya karena peluang pasarnya cukup baik dan panennya itu bisa tiap hari kita lakukan,” terang Fachmi.

Awal memulai bisnis tersebut Fachmi harus mengeluarkan modal hingga Rp 7 juta untuk berbagai peralatan budidaya jamur tiram seperti pembuatan kumbung, rak, baglog, media tanam, dan berbagai kebutuhan tanam lainnya.

“Sekali panen dari satu baglog itu rata-rata setengah sampai satu kilogram. Kalau dari awal budidaya, total yang sudah dipanen 70 sampai 75 kilogram. Masih terbilang sedikit sih,” ucapnya.

Ditambahkan Fachmi minat konsumen untuk memesan jamur tiram di Maros cukup tinggi, dalam sehari biasanya hasil panen dari jamur tiramnya sendiri laris terjual hingga 6 kg, satu kilo jamur miliknya hanya dibanderol dengan harga Rp 22 ribu.

Selama wabah Covid-19, Fachmi memanfaatkan teknologi digital media sosial untuk memasarkan hasil panen jamur tiram miliknya, terkadang pula ada warga yang sengaja datang ke rumahnya untuk memesan secara langsung jamur tiram sembari melihat suasana rumah jamur miliknya.

“Kalau pemasarannya memanfaatkan media sosial dan laman jual beli, seperti Instagram, Facebook dan via Whatsap, Jadi nanti tinggal packing dan kirim. Marketnya masih di seputaran Maros-Makassar dan pangkep,” tuturnya.

Memulai usaha saat pandemi Covid-19 ini mungkin bukan pilihan terbaik. Namun saat Fachmi memiliki keyakinan budidaya jamur tiram memiliki prospek yang bagus dan menjanjikan. Alasan lainnya, bisnis jamur tiram juga memiliki arus perputaran uang cukup cepat dan bisa tumbuh setiap hari.

“Jamur ini kan memang tumbuhnya setiap hari. Terus perputaran uangnya cepat dan sasarannya masuk ke kalangan menengah ke bawah jadi itu yang mau saya fokuskan, kedepannya bila bisnis ini semakin berkembang saya berencana mempekerjakan orang orang disekeliling saya yang tidak memiliki penghasilan tetap,” bebernya.

Karena merasa bisnis in menjanjikan, rencananya ia akan mengembangkan budidaya jamur tiramnya, Fachmi yang dibantu kakek ini kembali berencana untuk membangun kumbung jamur tiram.

“Rencananya saya akan kembangkan, saya dan kakek juga sudah siapkan lahan didekat rumah. Tapi yang sekarang kan ini ciri khasnya dan kami merintis karir awal dulu disini,” tandas Fachmi. (*)

Penulis: INDRA SADLI PRATAMA

Editor: ANDI

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum19 Agustus 2026 22:50
Naik Penyidikan, Bupati Gowa Segera Diperiksa di Polda Sulsel Terkait Laporan Mantan Suami
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bupati Gowa Husniah Talenrang kembali akan menjalani pemeriksaan di Polda Sulsel. Kali ini terkait kasus dugaan keter...
Video19 Agustus 2026 21:01
VIDEO: Kebakaran Melanda Kawasan Hutan Pinus Malino Gowa
SULSELSATU.com – Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Hutan Pinus Malino, Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu malam (19/8/2026). Dalam video terlihat ko...
News19 Agustus 2026 19:59
Jelang Muktamar NU, Gus Zaki Ingatkan Bahaya Politik Paket
SULSELSATU.com, SEMARANG — Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ahmad Zaki Fuad (Gus Zaki) menegaskan bahwa dinamika p...
Video19 Agustus 2026 19:57
VIDEO: Pemerintah Kirim 65 Ton Bantuan ke NTT, Total Logistik Capai 253 Ton
  SULSELSATU.com – Pemerintah kembali mengirim lima pesawat yang membawa 65 ton bantuan logistik. Bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di...