Logo Sulselsatu

Ini Penyebab Tindak Pidana Perdagangan Orang Marak Terjadi

Asrul
Asrul

Senin, 26 Oktober 2020 16:00

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PAREPARE – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A DALDUK KB) Provinsi Sulsel menggelar workshop pengembangan model layanan integratif perlindungan perempuan termaksuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Balai Ainun Habibie, Senin (26/10/2020).

Wakil Wali Kota Parepare, H Pangerang Rahim, membuka workshop itu, dihadiri Kepala Seksi DP3A DALDUK KB Provinsi Sulsel, Rahayu, Kasi Pidum Kejari Parepare, Mustarso, dan Camat serta Lurah.

Sebagai pemateri workshop, Kasi Pidum Kejari Parepare, Mustarso mengatakan, banyak faktor yang mendorong TPPO terjadi. Seperti segi ekonomi, kurangnya peran orangtua dalam memberikan pengetahuan agama, pendidikan yang tidak selesai dan pengaruh pergaulan dan lingkungan.

“Karenanya, butuh kesadaran dan keterlibatan stakeholder dalam melakukan pencegahan maupun perlindungan, khususnya terhadap anak dan perempuan,” ujarnya.

Menurut Mustarso, pelaku TPPO biasanya modus dengan mengirim seseorang yang telah sukses saat kembali merantau, agar lebih meyakinkan korbannya. Apalagi Kota Parepare merupakan daerah transit yang rentang dimasuki orang luar.

“Bercermin dengan perkara di Kejari Parepare, rata-rata yang ditangani kasus dibawah umur, lantaran pendidikan rendah. Tahun ini terakhir kita tangani kasus anak usia 13 tahun, dengan kondisi hamil,” katanya.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar melakukan pengaduan di web resmi Kejari Parepare jika ditemukan adanya indikasi perdagangan orang,” tambahnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Parepare, H Pangerang Rahim mengatakan, upaya preventif harus terus diupayakan, agar kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang dapat dicegah sejak dini dan korban mendapatkan layanan pertolongan yang dibutuhkan sesegera mungkin.

“Perempuan yang unggul tanpa kekerasan merupakan modal awal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita harap peserta yang mengikuti workshop dapat menjadi mercusuar atas perlindungan perempuan dan perdagangan orang. (*)

Penulis: ANDI FARDI

Editor: ANDI

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...
Sulsel04 Mei 2026 20:14
Pemkot Parepare dan DPRD Sepakati Dua Ranperda Strategis, Fokus Industri dan Olahraga
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid menghadiri rapat paripurna DPRD Parepare dengan agenda persetujuan bersama dua ranc...
Bisnis04 Mei 2026 19:56
Fitur E-KSG di Aplikasi My Yamaha Motor Permudah Layanan Servis Pelanggan
Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memperkuat layanan purna jual dengan menghadirkan inovasi berbasis digital melalui fitur E-KSG (Electronic...