Logo Sulselsatu

Curhat Warga ke Fatma: Penerima PKH Tidak Merata

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Jumat, 30 Oktober 2020 18:46

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dugaan politisasi bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) mulai mencuat jelang pencoblosan Pilkada Makassar. Proses pendataannya pun diragukan.

“Setiap ada PKH, diduga hanya yang ‘sejalan’ dengan pemerintah yang monopoli. Khususnya saat politik begini. Jadinya, ada saja keluarga tidak mendapatkan, atau ada yang mendapatkan dobel,” keluh Fatahillah, warga Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang dalam kampanye dialogis Fatmawati Rusdi, Jumat, (30/10/2020).

Fatahillah yang juga ketua RW setempat, menyesalkan tidak adanya pelibatan ketua RT/RW untuk mendata warga penerima dalam penyaluran PKH. Padahal, merekalah yang sangat paham dengan kondisi masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Ketua RT/RW malah seakan-akan di luar garis. Tidak diajak koordinasi. Jadi memang dipolitisasi,” ucap Fatahillah yang juga kader pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Panakkukang.

Salah seorang warga, Sanaria, kepada Fatma juga curhat persoalan serupa. Dia menanyakan apa saja sebenarnya kriteria warga penerima PKH. Ia mengaku, ada warga yang kelas ekonominya sama dengan dirinya justru mendapatkan PKH.

“Bagaimana caranya dapat PKH, Bu? Penyaluran PKH ini tidak merata,” ucap perempuan berjilbab ini.

Mendengar hal itu, Fatma menjelaskan bahwa PKH adalah program nasional pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dengan berbagai kriteria. Mengenai persoalan yang disampaikan warga, anggota DPR RI periode 2014-2019 ini menilai saat penentuan kriteria itulah titik masalahnya.

“Kasihan masyarakat kalau PKH seperti itu. Hal ini karena pelibatan ketua RT/RW yang kurang optimal. Jawabannya adalah tungguma’,” seru Fatma.

Fatma menyampaikan, dirinya bersama Danny Pomanto telah menyiapkan 24 program strategis di dalam visi dan misinya. Keluhan yang disampaikan masyarakat menjadi salah satu program program prioritas untuk merestorasi ekonomi rakyat dengan penguatan imunitas kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi.

Pada kampanye tatap muka kali ini, Fatma datang ditemani politisi Partai NasDem, yakni Anggota DPRD Sulsel, Rezki Mulfiati Lutfi. Seperti biasa, kampanye menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Warga peserta kampanye menempati kursi yang sudah disusun berjarak. Tak hanya itu jumlah warga yang berkisar 50 orang ini dibagikan masker oleh tim yang terlebih dahulu tiba di lokasi. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum03 Mei 2026 17:52
Buruh Pria di Makassar Dihajar Mahasiswa gegara Motor Bersenggolan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang buruh pria AGB (47) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihajar oleh seorang mahasiswa berinisial MAS...
News03 Mei 2026 15:45
MDA Gandeng Anak Muda Kembangkan SDM Berkualitas Generasi Emas Matappa
PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggandeng kalangan pemuda, mahasiswa, dan akademisi melalui forum bertajuk Sinergi Strategis: Membangun Generasi Emas Mat...
Video02 Mei 2026 22:33
VIDEO: Aksi Demo di Flyover Makassar, Tolak Komersialisasi Pendidikan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2...
Sulsel02 Mei 2026 22:29
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menunjukkan komitmen dan perhatian serius Pemerintah Kota Parepare terhadap para p...