Logo Sulselsatu

Dengarkan Aspirasi Warga, Prof Rudy Keliling Kecamatan

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Senin, 09 November 2020 18:38

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penjabat Walikota Makassar, Prof Rudy secara rutin mendatangi satu persatu kantor kecamatan yang ada di wilayah Kota Makassar. Dalam kunjungannya, Prof Rudy selalu mengecek langsung kondisi pelayanan yang diberikan aparat kecamatan kepada masyarakat. Selain itu, Ia juga melakukan dialog dengan seluruh aparat kecamatan, lurah, Tripika, pengurus LPM dan juga ketua RT/RW, sekaligus mendengar kondisi ril yang dihadapi masyarakat di lapangan.

“Esensi pemerintahan itu bukan hanya menghabiskan anggaran APBD, tapi harus betul-betul bisa merealisasikan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat. Ketika saya menerima amanah ini (Pj Walikota Makassar), tugas paling utama yang dititipkan kepada saya yakni penanganan Covid-19 secara cepat dan efisien. Ini yang membuat saya berpikir siang malam, bahkan tidur pun dikepala saya hanya Covid dan bagaimana cara mengendalikannya” ujar Prof Rudy saat berbicara.

Bahkan menurutnya, lembaran draf peraturan walikota yang di sodorkan kepadanya sempat mengalami mengalami beberapa kali revisi sebelum diberlakukan.

“Saya ingat waktu itu draf perwali 36 yang disodorkan panjang dan berlembar-lembar. Saya baca isinya dan kupikir itu terlalu rumit dan akan sulit untuk diterapkan dilapangan. Akhirnya saya susun ulang narasinya, saya ringkas menjadi beberapa lembar saja. Demikian pula perwali 51 dan 53” ujar Prof Rudy.

Ditempat ini, Prof Rudy juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh aparat kecamatan, Tripika, dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah berjuang bersama melawan penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

“Secara perlahan, kita mulai menggerakkan kembali ekonomi masyarakat, seiring penerapan protokol kesehatan tetap berjalan. Saat ini kita lihat jalan raya sudah mulai padat, pusat-pusat perbelanjaan juga sudah ramai di datangi oleh masyarakat, aktifitas perhotelan sudah berdenyut kembali. Jika Makassar berhasil melakukan penanganan, maka 80 persen Covid Sulsel tertangani. Dulu, Sulawesi Selatan selalu berada di empat besar tertinggi penyebaran Covid di Indonesia. Alhamdulillah, saat ini Sulsel sudah turun ke peringkat 23. Ini juga ditandai penurunan status Makassar dari merah ke oranye” lanjutnya.

Ditempat ini, sejumlah masyarakat juga menyampaikan sejumlah keluhan layanan publik, termasuk kondisi Pasar Terong yang dianggapnya masih semrawut.

“Kami sudah mengecek kondisi sejumlah pasar tradisional kita, dan memang beberapa diantaranya kondisinya cukup memprihatinkan. Makanya kita akan melakukan evaluasi kinerja terhadap jajaran PD pasar, termasuk menyiapkan beberapa pasar percontohan yang terstandarisasi” lanjut Prof Rudy. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 November 2026 19:24
PLN UIP Sulawesi Amankan 98 Persil Aset Tanah di Sultra
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menerima 44 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) untuk 98 persil aset tanah yang tersebar di lim...
Makassar03 November 2026 18:18
PELNI Makassar Siapkan 14 Kapal Penumpang Jelang Nataru
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Makassar menyiapkan 14 kapal penumpang untuk melayani arus mudik dan balik Natal 2026 dan Tahun Baru 20...
News03 November 2026 17:33
PELNI Makassar Ingatkan Batas Bagasi Penumpang, Maksimal 40 Kg
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Makassar mengingatkan penumpang untuk memperhatikan ketentuan barang bawaan sebelum melakukan perjalana...
Ekonomi03 November 2026 16:49
OJK Minta Industri Syariah Lebih Peka Kebutuhan Konsumen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri keuangan syariah mengembangkan produk dan layanan yang lebih berorientasi pada kebutuhan konsumen....