images-ads-post

Kuliah Daring Tidak Mencerdaskan

Iklan Tengah

Mahasiswa sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri dari sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah universitas.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mahasiswa adalah seseorang yang belajar di perguruan tinggi. Seperti akademi, politeknik, sekolah tinggi dan yang paling terkenal dengan kata universitas. Tidak ada perbedaan mengenai tata cara atau proses belajar mengajar antara mahasiswa dan siswa.

Namun mahasiswa saat ini di hadapkan dengan sebuah persoalan proses belajar yang tidak bisa di lakukan dengan metode tatap langsung diakibatkan di awal tahun 2020, Indonesia mulai mendapat serangan wabah Virus Corona yang berdampak pada proses kehidupan warganya.

Dalam menanggapinya, pemerintah memberi kebijakan “Work From Home” (WFH). Kebijakan ini menyebabkan perkuliahan yang dulunya tatap muka langsung menjadi melalu media.

Penggunaan media komunikasi dan informasi seperti handphone menjadi salah satu alatnya. Media belajar yang fortable dan mudah digunakan. Namun adanya aplikasi sekolah baru yang terasa asing  menyebabkan banyak mahasiswa sulit menggunakannya.

Menurut Hugiono dan Poerwantana “pengaruh merupakan dorongan atau bujukan dan bersifat membentuk atau merupakan suatu efek”. Adanya perubahan sistem perkuliahan menyebabkan terbentuknya dampak positif dan negatif di kalangan mahasiswa.

Kedua dampak ini menitikberatkan pada sisi negatif. Proses belajar-mengajar yang dibatasi oleh media, akan menimbulkan masalah jika alat yang digunakan terganggu. Seperti jaringan lambat, kuota habis atau penyimpanan smartphone pengguna terbatas. Adapun keluhan yang sering tersirat dari mahasiswa, “tugas menumpuk”.

Bapak atau Ibu dosen seperti memberikan tugas dua kali lipat dari biasanya. Hal ini tidak sebanding dengan dampak positifnya. Materi perkuliahan bisa saja dapat diulang kembali dilain waktu dengan cara menyimpan atau merekam materi. Namun kembali lagi pada masalah keterbatasan penyimpanan alat belajar.

Adanya perbedaan cara interpretasi tiap mahasiswa berbeda-beda berdampak pada tingkat pemahamannya yang tidak merata. Ada mahasiswa yang hanya memahami materi dengan cepat tanpa kendala apapun. Tapi tidak sedikit dari mereka yang harus terkendala dengan media untuk memahami sebuah materi yang diberikan.

Penggunaan media tidak melulu memudahkan penggunanya. Dalam bidang komunikasi, bisa saja terjadi kesalahpahaman karena tidak adanya penjelasan langsung dari komunikator. Seperti ketika dosen menjelaskan mengenai materi mata kuliahnya melalui aplikasi tatap muka di smartphone.

Sebagian mahasiswa terkesan terganggu menyimak karena terhalang media, serta kurangnya komunikasi timbal balik bisa menyebabkan tingkat pemahaman mahasiswa menurun.

Penggunaan media dalam proses belajar juga dijelaskan dalam “Teori Dale” Dale’s Cone of Experience (Kerucut Pengalaman Dale). Menjelaskan bahwa hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung, kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal.

Menurut Dale, semakin banyak indera yang terlibat maka tingkat pemahaman seseorang terhadap sesuatu hal akan semakin tinggi. Pengalaman langsung akan memberikan kesan paling utuh dan bermakna mengenai informasi dan gagasan dalam pengalaman, karena melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan peraba.

Mahasiswa akan semakin memahami materi yang diberikan oleh dosen jika tanpa perantara media atau langsung. Media seakan-akan membatasi ruang gerak dan komunikasi penggunanya. Mahasiswa seperti tidak menerima fungsi media di dunia pendidikan.

Feed back komunikasi mahasiswa ke dosen kurang, masalah mengenai jaringan lambat yang sampai saat ini belum ada solusinya, ataupun pengeluaran isi kantong harus lebih dari biasanya untuk mengisi kuota internet. Masalah ini sering digunakan oleh sebagian besar mahasiswa ketika malas atau memang tidak dapat mengikuti perkuliahan tepat waktu.

Akhirnya, semua masalah akibat proses perkuliahan di tengah Pandemi, berdampak pada tingkat pemahaman mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa tidak memahami materi perkuliahan selama hampir setahun ini. Mereka terpaksa mengerjakan tugas dengan bantuan google atau ilmu seadanya.

Hal ini dipicu pada alasan sebagian dosen sibuk dan jarang membalas pesan dari mahasiswa. Jadi mahasiswa harus mandiri, mencari tau sendiri dan mengeluarkan uang lebih untuk mendapat ilmu. (*)

Oleh: Fadeliyah Ikhwan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar

Iklan Humas SulSel

Berita Terkait

Wujud Keprihatinan, Yayasan Anak Rakyat Indonesia Bantu 1 Ton Beras untuk Korban Kebakaran di Tinumbu

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Yayasan Anak Rakyat Indonesia menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Makassar, Rabu (12/05/2021). Adapun jenis bantuan yang diberikan...

Dukung Perjuangan Rakyat Palestina, Menlu: Indonesia Lakukan Upaya Maksimal di Semua Lini

SULSELSATU.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan posisi tegas Indonesia bahwa tindakan Israel mengusir warga Palestina dari Syekh Jarrah, Yerusalem Timur...

Jelang Idul Fitri, Taufan Pawe Sapa Warga Parepare Lewat Virtual

SULSELSATU.com, Parepare - Jelang perayaan lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, didampingi Asisten I, Direktur RSUD Andi Makkasau dan Plt...

Populer

7 Jurus Menghadapi Orang yang Benci Sama Kita

SULSELSATU.com, Setiap orang yang membenci kita memiliki alasannya masing-masing. Bisa jadi karena kita terlalu berlebihan, kita memiliki sikap dan sifat yang tidak disukai oleh...

Pengacara Muda Asal Makassar Pinang Fashion Blogger Indah Nada Puspita

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Hijabers cantik, Indah Nada Puspita yang populer dikenal sebagai fashion blogger hijab di Indonesia resmi dilamar oleh seorang pengacara muda asal...

Ketua DPRD Makassar Antar Hadiah Motor Gebyar e-KTA NasDem ke Rumah Kader

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo mengantar langsung hadiah motor dari Gebyar e-KTA Partai NasDem yang telah diundi beberapa waktu lalu. Rudianto Lallo...

6 Kerajaan Tertua di Indonesia

SULSELSATU.com - Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak kerajaan pada jaman dahulu. Kerajaan-kerajaan tersebut pernah jaya pada masanya dan kini kita hanya bisa...

Sebelum Bertemu dengan Calon Mertua, Lakukan Hal Ini

SULSELSATU.com, Keberanian memang menjadi hal yang utama dalam memutuskan "aku akan menikahinya". Dihadapan orang tua si perempuan. Namun tak jarang, sebelum "nembung" atau istilahnya...

Tips Memasak Steak Daging Agar Empuk dan Tidak Keras

SULSELSATU.com - Munculnya kreasi kuliner baru karena selera pasar atau konsumen yang menyukai variasi cita rasa baru di dalam makanan, termasuk Steak. Peluang ini...

VIDEO: Jenazah Ustadz Tengku Zulkarnain Dimakamkan di Pemakaman Covid-19 Pekanbaru

SULSELSATU.com - Ustadz Tengku Zulkarnain meninggal dunia karena terpapar covid-19. Tengku Zulkarnain meninggal dunia sekitar pukul 18.20 WIB di rumah sakit Tabrani Pekanbaru, Senin (10/5/2021)....

Idul Fitri 1442 H: Warga Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang Boleh Melintas di Parepare

SULSELSATU.com, Parepare - Pemerintah Kota Parepare bersama Forkopimda yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 menggelar rapat koordinasi perihal perpanjangan pemberlakuan kedisiplinan protokol kesehatan dan...
Iklan SulselSatu
Iklan SulselSatu
Iklan SulselSatu
Ads Sidebar
Iklan Nasdem
images-ads-post
Humas Pemkot Makassar
Humas Pemkot Makassar
Ads Sidebar