SULSELSATU.com, MAKASSAR – Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri yang saat ini dikelolah oleh Perusahaan Daerah (PD) Terminal Makassar Metro rencananya akan dialihkan. Sebab, pengelolaan dua terminal ini dinilai belum memperlihatkan kinerja yang maksimal.
Selain itu, status aset yang belum jelas menjadi persoalan kerap jadi bahasan di tubuh PD Terminal Makassar Metro.
Rencananya, aset di Terminal Daya akan diserahkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sedangkan aset Terminal Mallengkeri akan diserahkan ke Pemprov Sulsel.
Baca Juga : Pengelolaan Terminal di Makassar Semrawut, Solusi Dewan: Copot Direksi atau Bubarkan Perusdanya
Menanggapi hal itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengaku, ketidakjelasan aset terminal saat ini memang membuat dilematis. Namun, pihaknya sudah meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk segera mengidentifikasi dan merampungkannya.
“Lemahnya direksi ini bisa saja karena masalah status aset. Tetapi kalau berbicara kreativitas harusnya tidak terbatasi. Kalau tidak ada aset lagi nanti pasti kita bubarkan. Apa yang mau diurus,” kata Rudy.
Menurut Rudy, perusda seharusnya menjadi wadah untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Meski dalam kondisi status yang belum jelas. Makanya butuh inovasi dan kreativitas dalam menjalankannya.
Rudy melihat, sejauh ini terminal di Kota Makassar belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini disebutnya terjadi lantaran leadership PD Terminal Makassar Metro yang terbilang lemah.
“Kalau perusda itu bukan hanya sekadar menduduki jabatan direksi lalu tidak ada ide yang kreatif. Kalau tidak ada pasti kayak seperti sekarang,” ujarnya. (*)
Penulis: RESTI SETIAWATI
Editor: ANDI
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar