Pengusaha Air Minum Isi Ulang Mulai Lirik Bisnis Jual Beli Galon Bekas

images-ads-post

SULSELSATU.com, Makassar – Galon air minum isi ulang ternyata bernilai ekonomis. Salah seorang pedagang minuman, Guswan menyebutkan mengambil keuntungan lebih dengan menarik kembali galon bekas pakai dan menjualnya ke pendaur ulang atau pengepul.

“Galon ini tidak perlu ditukar, kalau beli selalu dapat galon yang baru, jadi konsumen memang menyukai kehigienisan dan kepraktisannya. Selain itu kemasan galon ini kan bening ya, kita bisa lihat kebersihan airnya. Ini galonnya juga ada pegangannya, ibu-ibu kalau beli juga bisa sendiri karena mudah untuk dibawa. Menurut saya, itulah yang membuat galon ini jadi banyak peminatnya,” jelas Guswan, Selasa (23/2/2021).

Kata Guswan, galon Le Minerale memiliki penjualan yang baik dan lancar, karena konsumen sangat senang dengan inovasi galon baru ini yang lebih higienis.

Konsumen cukup mengerti jika galon berbahan PET memang mudah di daur ulang. Bahkan, berebut galon-galon bekas karena bisa dijual kembali dengan nilai yang sangat tinggi.

Per galonnya, tutur Guswan, bisa laku Rp1000-Rp3500. Karena sangat menguntungkan, ia pun berpesan ke semua toko dan konsumen di sekitar area distribusinya, agar galon bekasnya di kumpulkan kemudian dikembalikan kepadanya.

“Galon kosong model lama dengan sistem isi ulang, setiap ditarik udah menuh-menuhin tempat, tidak dapet duit, dan deg-degan gak bisa dibalikkin kalo rusak dikit. Tapi sekarang pedagang malah senang karena galon PET ini dalam kondisi apapun justru bisa dijual dan dapat duit Rp1000-Rp3500 per galon nya,” ungkap Guswan.

Galon PET bekas menurutnya, bukan menjadi beban sampah, justru orang-orang berlomba ingin mendapatkan galon bekas PET. Jika ini terjadi di semua produk, akan sangat bagus dan justru dampaknya untuk lingkungan. Semua kemasan bisa dimanfaatkan kembali bahan bekas  pakainya.

Terakhir, ia menilai dengan galon PET, bisa menjadi bisnis baru bagi UMKM dengan memanfaatkan bahan bekas untuk didaur ulang.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti

Editor: Midkhal