SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Standardisasi Nasional (BSN) tak hentinya-hentinya berupaya agar pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) bisa menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk yang mereka hasilkan.
Khusus di Provinsi Sulawesi Selatan, BSN menjalin kerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas). Dengan terjalinnya hubungan ini diharapkan BSN dan Unhas bisa berkolaborasi melakukan pembinaan ke pelaku UMK dalam penerapan SNI.
“Melalui kerjasama ini, BSN dan Unhas turut berpartisipasi dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional karena pembinaan penerapan SNI terhadap masyarakat serta pelaku UMK di Provinsi Sulawesi Selatan, menjadi salah satu poin di dalamnya,” kata Kepala BSN, Kukuh S Achmad usai menandatangani Nota Kesepahaman Tentang Pembinaan dan Pengembangan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian bersama Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, di Ruang Senat Unhas, Makassar, Kamis (8/4/2021).
Baca Juga : KAN Dorong Laboratorium dan Penyelenggara Uji Profisiensi Terakreditasi
“Kegiatan kita pagi ini dimaksudkan untuk melanjutkan perpanjangan kemitraan antara Unhas dan BSN. Hari ini juga akan kami serahkan sertifikat akreditasi untuk empat laboratorium Unhas. Saya sangat bangga karena dalam waktu singkat Unhas bisa menunjukkan komitmen dalam memastikan hasil validitas dari laboratorium dalam konteks tridarma dan sesuai standar dari BSN,” sambung Kukuh.
Kukuh menambahkan bahwa, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, produk buatan dalam negeri harus dikampanyekan semaksimal mungkin, agar warga negara Indonesia bisa cinta produk lokal.
“Bapak Presiden Joko Widodo berpesan agar kampanye bangga buatan Indonesia harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan daya saing, disinilah peran penting dari standardisasi dan penilaian kesesuaian yaitu untuk meningkatkan kualitas dan daya saing bangsa,” tuturnya.
Baca Juga : BSN Dorong Pariwisata di Sulsel Terapkan SNI 8013:2014
Kukuh pada kesempatan itu menyampaikan bahwa hingga tahun 2021, BSN melalui Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN Sulawesi Selatan telah melakukan pembinaan penerapan SNI terhadap 43 UMK di Sulawesi Selatan yang memproduksi 18 jenis produk.
“Diharapkan melalui kerjasama dengan Unhas, pembinaan penerapan SNI terhadap UMK di wilayah Sulawesi Selatan akan semakin meningkat lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BSN yang bersama-sama Unhas berkomitmen dalam peningkatan mutu standardisasi.
“Kami selalu dorong laboratorium untuk akreditasi. Memang prosesnya tidak mudah, banyak hal yang harus dilengkapi. Namun, berkat kerja keras dan kerja bersama apa yang telah dipersiapkan sejak lama dapat memberikan hasil sesuai harapan,” ujarnya.
Soal kolaborasi bersama BSN melakukan pembinaan ke pelaku UMK dalam penerapan SNI dia mengatakan pihaknya, akan siap. Hal ini juga dalam rangka meningkatkan kepercayaan diri para pelaku UMK di Sulsel.
“Capaian ini semakin meningkatkan proses mutu yang baik, terstandar dan transparansi dalam pelayanan. Terima kasih atas kerja samanya, semoga ini makin memperkuat pemahaman dan standardisasi Unhas. Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar para pelaku UMK di Sulsel bisa menerapkan SNI, hal ini bagus untuk bersaing di pasar nasional dan internasional,” tutup Dwia.
Untuk diketahui, pada pertemuan yang digelar dengan penerapan protokol kesehatan ketat itu, Kepala BSN Kukuh juga melakukan penyerahan sertifikat SNI kepada UMK di Sulsel diantaranya produsen detergen bubuk, CV Be Clean serta produsen kakao bubuk dan kakao massa, CV Putra Mataram.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar