Logo Sulselsatu

Dua Akademisi Puji Cara Legislator Golkar Debbie Rusdin Rawat Konstituen

Asrul
Asrul

Senin, 19 April 2021 21:34

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dengan nuansa Ramadan, anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, Andi Debbie Purnama Rusdin kembali menyapa konstituenya melalui Sosialisasi Nilai nilai Kebangsaan tentang Keagamaan.

Tatap muka bersama dengan Warga Kecataman Bontoala itu berlangsung di Hotel Agraha, Jalan Andalas Makassar, tetap menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker.

Debbie Rusdin menyampaikan dalam kesempatan itu mengajak masyarakat untuk meningkatkan amal ibadahnya di bulan Ramadhan ini.

“Mari kita mencintai ajaran ajaran Allah, menjauhi segala larangannya. Cinta ajaran agama kita, karena agama dengan segala kelengkapannya jawabannya adalah cinta,” ucap Debbie Rusdin, Senin (19/4/2021).

Sosialisasi yang menghadirkan Narasumber, Udjunct di University College of Yayasan Pahang Malaysia, Professor tamu di Fatoni Thailand dan Dosen UIN Sorong Prof Dr Ismail Suardi Wekke, Ph.D bersama dengan
Akademisi Fisip Unismuh, Andi Luhur Prianto.

Kedua narasumber tersebut sangat mengapresiasi kinerja Debbie Rusdin sebagai anggota DPRD yang konsen menyapa konstituenya dengan berbagai kegiatan di tengah-tengah masyarakat.

“Sudah kewajiban anggota DPRD itu seperti melakukan reses, sosialisasi perda, dan seperti yang dilakukan sekarang ini. Tapi Ibu Debbie Rusdin tak hanya menyapa konstituenya lewat kegiatan itu, Ibu Debbie banyak melakukan cara yang berbeda membantu masyarakat di daerah pemilihannya. Dan itu, konsen
menyapa konstituennya dengan cara yang berbeda. Jadi ada nilai yang lebih dilakukan Debbie Rusdin, ini perlu diapresiasi,” kata Prof Ismail Suardi Wekke dan Andi Luhur Priyanto.

Prof Ismail Suardi Wekke mengatakan Debbie Rusdin rajin bersilaturahmi dengan warga adalah bagian dari menjalankan fungsi khalifa.

“Menjalankan fungsi khalifaan dengan bersilaturahmi itu adalah salah satu yang dianjurkan dalam agama. Nah, ibu Debbie telah melakukan itu,” ucap Prof Ismail Suardi Wekke.

Lanjut Prof Ismail, menyampaikan terkait dengan di era digital dan keterbukaan informasi pendekataan agama sangat dibutuhkan sebagai penangkal informasi informasi yang tidak jelas.

“Di era akses informasi di media sosial saat ini, cek dengan baik kebenaran sumber informasi itu. pendekataan agama sangat dibutuhkan sebagai penangkal informasi informasi yang tidak jelas untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan kita,” ujarnya.

Sementara itu Akademisi Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Priyanto mengatakan berseliwerannya informasi di media sosial dinilai pemerintah terlambat membuat regulasi.

“Perlu mendorong pemerintah harus lebih cepat dari perkembangan digital untuk memantau, menyaring informasi-informasi yang dapat memecah bela persatuan bangsa,” harap Luhur Priyanto.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik04 Mei 2026 06:35
Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi
SULSELSATU.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Ra...
News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...
Sulsel03 Mei 2026 20:21
Tasming Hamid Optimistis CFN dan CFD Dongkrak Ekonomi Lokal di Kawasan Mattirotasi Baru
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali menjadi magnet bagi...
Pendidikan03 Mei 2026 20:05
Ramli Rahim Apresiasi Pelaksanaan Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) telah berakhir. Mubes 2026 ditutup dalam su...