Logo Sulselsatu

Dinas Koperasi dan PKK Gowa Ajak UMKM Manfaatkan Digitalisasi

Asrul
Asrul

Minggu, 06 Juni 2021 10:30

Dinas Koperasi dan PKK Gowa Ajak UMKM Manfaatkan Digitalisasi

SULSELSATU.com, GOWA – Pandemi Covid-19 yang masih melanda Kabupaten Gowa bahkan dunia berdampak pada pendapatan masyarakat yang berkurang, salah satunya pada Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada. Sedikitnya ada 37 ribu UKM Gowa yang mengalami hal ini, sehingga inovasi sangat dibutuhkan agar mampu bertahan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gowa, Andy Aziz Pieter mengatakan pemanfaatan teknologi digitalisasi sangat baik dilakukan oleh para pelaku usaha namun tetap tidak melupakan cara yang konvensional.

“Kita akan lakukan sosialisasi mulai tanggal 11 Juni nanti kepada seluruh UKM Gowa agar bisa memanfaatkan digitalisasi dalam hal mempromosikan produknya. Karena pandemi Covid-19 pembeli lebih tertarik dengan berbelanja online tetapi tidak menghilangkan pembelanjaan langsung,” kata dia dalam keterangannya, Minggu (6/6/2021).

Baca Juga : Sandiaga Uno Minta Pemkab Gowa Perketat Prokes Covid-19 di Lokasi Wisata

Untuk memaksimalkan sosialisasi nantinya, pihaknya bersinergi dengan Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kabupaten Gowa sebagai salah satu mitra pemerintah dalam membantu pembangunan di Kabupaten Gowa.

Sponsored by MGID

“Kita mengajak PKK dan Dekranasda bekerjasama, jadi ketika sosialsiasi dilakukan mereka juga akan turun langsung melakukan pendampingan dan edukasi pentingnya digitalisasi dimasa sekarang ini,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh UKM agar bisa melakukan inovasi untuk mempromosikan produknya seperti memanfaatkan sosial media yang ada.

Baca Juga : Pemkab Gowa Dukung Kebijakan Perpanjang PPKM Mikro 14 Hari ke Depan

Sementara, Ketua TP PKK yang juga Ketua Dekranasda Gowa, Priska Paramita Adnan mengatakan saat ini memang akses digital sangat diperlukan, baik dalam sarana pelatihan, edukasi maupun kriteria pendaftaran UKM dan UMKM.

“Kita sudah berbincang-bincang dengan pak Kadis, memang ada beberapa yang harus ditingkatkan oleh pelaku UMKM agar bisa memasukan produknya ke dalam ekosistem digital,” katanya.

Priska menjelaskan, data survei menunjukkan 75 persen permasalahan dalam keberlanjutan UMKM masuk e-commerce adalah kesiapan UMKM itu sendiri, terkait karakteristik dan budaya penjual, layanan purna jual.

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak Masyarakat Lakukan Pengelola Sampah Mulai dari Rumah Tangga

Selain itu, pemerintah juga akan berusaha untuk mengkoordinasikan factory sharing, agar para pelaku usaha dapat bergabung memanfaatkan pabrik yang ada sehingga tidak perlu modal yang terlalu besar.

“Permasalahan sering yang dihadapi UMKM adalah peningkatan kualitas produk, dehingga edukasi mengenai quality control maupun usaha pendampingan dari industri besar dibutuhkan agar dapat meningkatkan kualitas UMKM yang ada,” tambahnya.

Sehingga, salah satu cara yang bisa dilakukan dalam memasukkan produk ke digitalisasi bisa dimulai dengan memanfaatkan sosial media yang ada dengan melakukan promosi sebaik mungkin agar mampu bertahan di masa pandemi Covid-19.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi20 Juni 2021 20:23
Asmo Sulsel Beri Bantuan CSR Rp300 Juta ke Bupati Mamuju
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan total Rp3...
Makassar20 Juni 2021 18:04
Muchlis Misbah Minta Pemkot Makassar Beri Perhatian Khusus ke Guru Mengaji
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Fraksi Hanura Muchlis A Misbah meminta kepada Pemerintah Kota Makassar agar bisa lebih peka lag...
OPD20 Juni 2021 14:56
Pemkot Sudah Siapkan Perda Bantuan Hukum Bagi Warga Miskin Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masyarakat Kota Makassar tak perlu khawatir jika menghadapi masalah hukum. Sebab, Pemkot Makassar memberikan bantuan ...
Sponsored by MGID
Sulsel20 Juni 2021 11:59
Pemkot-DPRD Parepare Sosialisasi Perda SPPD, Warga Usul Pagu Wilayah Ditambah Akomodir Anak dan Disabilitas
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali turun sosialisasikan Perda Nomor 2 Tah...