Logo Sulselsatu

Polri Minta Warga Laporkan Pinjaman Online Ilegal ke Kantor Polisi Terdekat

Midkhal
Midkhal

Jumat, 18 Juni 2021 13:57

Ilustrasi
Ilustrasi

SULSELSATU.com, Makassar – Polri membuka ruang bagi masyarakat yang merasa menjadi korban Pinjaman Online ilegal untuk dapat melapor ke kepolisian terdekat. Ilegal dalam hal ini merujuk pada perusahaan Pinjol yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol. Whisnu Hermawan Februanto mengatakan bahwa kepolisian di seluruh wilayah Indonesia sudah mendapat perintah penanganan perkara tersebut dari Mabes Polri.

“Tidak menutup kemungkinan masih ada laporan masyarakat terkait pinjaman online tersebut. Silakan laporkan kepada polisi terdekat, karena semua reserse yang ada di Indonesia sudah paham dengan arahan Kabareskrim terkait pengungkapan kasus-kasus pinjol tersebut,” jelas Wisnu, Jumat (18/6/2021).

Baca Juga : Public Expose LIVE 2021 Dihadiri 49.395 Peserta, Lewati Target

Wisnu mengatakan bahwa penyidik kepolisian berharap mendapat informasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat sehingga bisa mengungkap lebih banyak perkara berkaitan dengan pinjaman online.

Sponsored by MGID

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip oleh kepolisian, masih ada sekitar 3 ribu pinjol ilegal alias tak terdaftar di lembaga pengawasan tersebut. Oleh sebab itu, kata dia, besar kemungkinan ada banyak sekali masyarakat yang diresahkan oleh para Pinjol ilegal di masa tenggat pembayaran.

Pinjol-pinjol tersebut seringkali mencekik nasabahnya dengan bunga yang tinggi. Jika tak mampu membayar, maka pinjol akan meneror peminjam dengan cara-cara yang ilegal.

Baca Juga : Program JAMINAH, Pemerintah Gandeng 22 Bank Salurkan Kredit Modal Kerja

Misalnya, mereka mengambil data-data pribadi milik peminjam secara ilegal. Salah satu data yang disasar ialah nomor kontak kerabat peminjam. Hal itu dipakai oleh pinjol untuk mengirimkan informasi pinjaman kepada kerabat-kerabatnya.

Beberapa di antaranya bahkan, kata dia, bisa berupa cyberbullying ataupun mengirimkan foto-foto vulgar dan data pribadi milik peminjam kepada khalayak luas di media sosial. Sehingga, peminjam merasa tertekan.

Oleh sebab itu, pihak kepolisian tak hanya melihat dari unsur kerugian materiil yang diterima korban. Namun juga, kerugian secara sosial yang jauh lebih merugikan korban. Saat ini pihaknya tengah menyelidiki sejumlah pinjol-pinjol ilegal lain yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga : Polri Buru 2 WNA China Pengelola Pinjaman Online Ilegal

“Bahkan ada yang pinjam uangnya Rp3 juta balikinnya Rp60 juta. Karena bunga berbunga, kalau tidak dibayar, dia akan membuat ke teman-temannya tadi bahwa si A ini telah mengambil uang perusahaan bahkan lebih kasar lagi. Foto-fotonya dicrop kemudian di kirim gambar-gambar tidak senonoh. Itu banyak sekali,” pungkasnya.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama18 September 2021 01:08
Dispora Sulsel Teken Kontrak dengan PT Artefak Arkindo Terkait Pengawasan Pembangunan Stadion Mattoanging
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemprov Sulsel melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) belum lama ini melakukan penandatanganan kontrak dengan PT...
Video18 September 2021 00:27
VIDEO: Perjuangan Guru Honorer Penderita Stroke Ikut Seleksi PPPK, Digendong Masuk Ruangan
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan perjuangan guru honorer penderita stroke mengikuti ujian PPPK 2021 yang sudah dimulai sejak Senin (...
Video17 September 2021 22:46
VIDEO: Moge Ducati 1.200 CC Terbakar saat Touring di Wisata Gunung Bromo
SULSELSATU.com – Salah satu motor gede (moge) terbakar di Jalur Wisata Gunung Bromo. Dalam video tampak rombongan touring moge menuju Wisata Gun...
Sponsored by MGID
Makassar17 September 2021 20:05
Sosialisasi Assesment Clinic HOTS, UNM Target Peningkatan IKU
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sosialisasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam rangka Revitalisasi...