SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dengan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulsel melakukan penandatangan kerjasama (MoU) demi peningkatan kualitas pengelolaan keuangan.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, MoU dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih baik, sehingga kerjasama ini akan membantu Pemkab Gowa dalam hal pendampingan.
“Pengelolaan keuangan yang baik tentu menjadi harapan seluruh pemerintah kabupaten/kota, salah satunya di Kabupaten Gowa. Hari ini kita MoU dengan DJPb untuk bisa mengelola keuangan lebih baik, mulai dari perencanan sampai pembuatan laporan pertanggungjawaban,” kata Adnan, Sabtu, (26/6/2021).
Baca Juga : VIDEO: Polisi Gadungan Ditangkap di Gowa Usai Peras Warga
Adnan menjelaskan, pandemi Covid-19 mengakibatkan perekonomian Pemkab Gowa mengalami penurunan, sehingga kemandirian suatu daerah sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, Pemkab Gowa mendorong optimalisasi PAD agar perekonomian Gowa bisa tetap kuat meskipun anggaran mengalami penurunan.
“Kami juga meminta identifikasi potensi PAD di Gowa yang belum tergarap. Apalagi di tengah pandemi, anggaran mengalami penurunan. Jadi meskipun dana transfer, DID turun, kita bisa mengatasi itu dengan adanya optimalisasi PAD,” jelasnya.
Sementara Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Syaiful mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan terbaik kepada Kabupaten Gowa dalam tata kelola keuangan keuangan, baik pusat maupun di daerah mulai dari realisasi DAK Fisik, dana desa, dana transfer hingga memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM.
Baca Juga : VIDEO: Kecelakaan di Jembatan Kembar Gowa, Mobil dan Pembatas Jembatan Rusak
Syaiful menjelaskan, realisasi DAK Fisik Gowa saat ini sudah bagus jika dibandingkan dengan beberapa daerah lainnya meskipun masih rendah yaitu dari pagu Rp219,9 miliar, realisasi DAK Fisik Rp24,5 miliar atau sekitar 11 persen, sedangkan realisasi dana desa cukup menggembirakan yakni terealisasi Rp64,1 miliar (43,5 persen) dari total Rp147 miliar.
“Kenapa saya mengatakan realiasi DAK Fisik Gowa 11 persen masih lebih bagus dibandingkan daerah lain, karena beberapa daerah bahkan masih nol persen, sehingga meskipun realisasi 11 persen ini masih rendah tapi cukup bagus maka perlu dilakukan proses percepatan,” jelasnya.
Kata dia, dalam melakukan pendampingan, pihaknya menyediakan aplikasi berbasis android yang dapat diunduh secara gratis pada Google Play atau Playstore serta bisa diakses oleh pemerintah daerah untuk mengetahui progres realisasi anggaran.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar