Logo Sulselsatu

VIDEO: Disebut Pura-pura, Korban Pemukulan Satpol PP Ungkap Fakta Kehamilannya

Andi
Andi

Kamis, 15 Juli 2021 21:00

SULSELSATU.com, GOWA Korban pemukulan oleh Oknum Satpol PP di Gowa menjelaskan terkait kehamilannya. Wanita bernama Rosmiyati Khastury bahkan pingsan akibat kontraksi saat melaporkan kekerasan yang dialaminya di Polres.

Dalam video yang viral baru-baru ini, Rosmiyati Khastury menjelaskan perutnya kerap membesar dan kerap mengecil.

Ia bahkan menjelaskan kehamilannya tersebut berdasarkan konsultasi oleh seorang tukang urut.

Baca Juga : Bupati Gowa Hadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Nasional Satpol PP dan Satlinmas se-Sulsel

Korban pemukulan ini bahkan menolak mengecek kehamilannya di dokter. Rosmiyati menyebut kehamilannya tidak bisa dijangkau dengan logika.

Sebelumnya Kepala Bidang Komunikasi Kabupaten Gowa Arifuddin Zaeni memastikan jika wanita itu tidak hamil karena menolak dites USG.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....