Logo Sulselsatu

Pemerintah Akan Longgarkan PPKM Darurat Mulai 26 Juli

Midkhal
Midkhal

Rabu, 21 Juli 2021 13:54

Pemerintah Akan Longgarkan PPKM Darurat Mulai 26 Juli

SULSELSATU.com, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, jika tren kasus Covid-19 terus mengalami penurunan maka Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan dibuka secara bertahap mulai 26 Juli 2021.

“Kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKM. Karena itu jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” ujar Presiden Joko Widodo, Selasa (20/7/2021).

Presiden memaparkan, untuk tahap pertama, pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari akan diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Baca Juga : VIDEO: Momen Presiden Jokowi Bertemu dengan Joko Widodo di Klaten

Sementara, pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00, juga dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Sponsored by MGID

Selain itu, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau penjual voucher, pangkas rambut, penatu atau laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lainnya yang sejenis juga diizinkan buka sampai dengan pukul 21.00.

Kemudian, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka sampai pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.

Baca Juga : PLN Siap Sukseskan Kunjungan Kerja Presiden Jokowi di Wajo

Pengoperasian sektor ini dilakukan dengan penerapan protokol yang kesehatan. Sedangkan pengaturan teknisnya akan ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah,” imbuh Presiden.

Dalam pernyataannya, Kepala Negara mengungkapkan, meskipun sangat berat, penerapan PPKM Darurat yang dimulai sejak tanggal 3 Juli 2021 yang lalu adalah kebijakan yang tidak bisa dihindarkan dan harus diambil oleh pemerintah.

Baca Juga : Pemerintah Perpanjang PPKM Hingga 30 Agustus dan Turunkan Level PPKM di Beberapa Daerah

“Ini dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien Covid-19. Serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya,” paparnya.

Lebih jauh, Presiden menyampaikan, saat ini telah terlihat penurunan penambahan kasus dan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit (RS).

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur, setelah dilaksanakan PPKM Darurat, terlihat dari data penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan,” ujarnya.

Baca Juga : Pemerintah Perpanjang PPKM Hingga 30 Agustus dan Turunkan Level PPKM di Beberapa Daerah

Oleh karena itu, Presiden meminta seluruh komponen masyarakat untuk bekerja sama bahu-membahu dalam melaksanakan PPKM ini sehingga kasus Covid-19 dapat segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun.

“Kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, melakukan isolasi terhadap yang bergejala, dan memberikan pengobatan sedini mungkin kepada yang terpapar,” tuturnya.

Kepala Negara menambahkan, pemerintah akan terus memberikan paket obat gratis kepada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Baca Juga : Pemerintah Perpanjang PPKM Hingga 30 Agustus dan Turunkan Level PPKM di Beberapa Daerah

“Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan yang bergejala ringan yang direncanakan sejumlah dua juta paket obat,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mengintensifkan program perlindungan sosial (perlinsos) untuk mengurangi dampak ekonomi dari pelaksanaan PPKM terhadap masyarakat.

“Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp55,21 triliun berupa bantuan tunai, yaitu BST [Bantuan Sosial Tunai], BLT [Bantuan Langsung Tunai] Desa, kemudian PKH [Program Keluarga Harapan], juga bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan subsidi listrik diteruskan,” ujar Presiden.

Baca Juga : Pemerintah Perpanjang PPKM Hingga 30 Agustus dan Turunkan Level PPKM di Beberapa Daerah

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif bagi pelaku usaha mikro informal. Intensif ini akan diberikan kepada sekitar satu juta usaha mikro yang masing-masing menerima sebesar Rp1,2 juta.

“Saya sudah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak,” kata Presiden Jokowi.

Menutup pernyataannya, Presiden kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat dan seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid-19 ini.

Baca Juga : Pemerintah Perpanjang PPKM Hingga 30 Agustus dan Turunkan Level PPKM di Beberapa Daerah

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid-19 ini. Memang ini situasi yang sangat berat tetapi dengan usaha keras kita bersama, insyaallah kita bisa segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial, kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal,” pungkasnya.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Video21 September 2021 23:26
VIDEO: Sopir Ambulans Alami Kejadian Mistis Saat Antar Jenazah, Sirine Tiba-tiba Mengecil
SULSELSATU.com – Seorang sopir ambulans mengalami kejadian mistis saat mengantar jenazah. Insiden mistis itu dibagikan di akun TikTok @fujiyahg....
Video21 September 2021 22:16
VIDEO: Viral, Aksi Seorang Pria Rebahan di Kuburan yang Basah
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan seorang pria tengah tidur di sebuah kuburan. Dalam video terlihat pria itu tidur tepat di sebelah m...
Makassar21 September 2021 20:35
Sekda Pemkot Makassar Harap Ranperda Perlindungan Guru Dorong Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Guru
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Muhammad Ansar, mewakili Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memaparkan p...
Sponsored by MGID
Video21 September 2021 19:33
VIDEO: Aparat Kejar Pelaku Bom Ikan di Perairan Selayar, 4 Nelayan Ditangkap
SULSELSATU.com – Aparat Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Laut dan Perikanan (PSDKP) mengejar nelayan yang melakukan pengeboman ikan se...